Bantentv.com – Tasya faraka meminta nafkah Sebesar RP100 Dalam Sidang Perceraannya di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Pada Rabu 24 September Lalu.
Tasya Mengaku Tidak Pernah Mendapatkan Nafkah Yang Layak Sejak Awal Pernikahan. Tasya BerharaP Delangan Mengajukan Tuntutan Simbolis Melalui Kuasa Hukumnya, Agar Tanggung Jawab Suami Tetap Tercatat Secara Hukum.
Tasya Menghadiri Sidang Perceraan Delangan Setelan Jas Berwarna Kuning Dan Menenteng Tas Hermes Himalaya Yang Disebut-Sebut Seharga Rp3,3 Miliar.
Fenomena ini Sontak Menjadi Perbincangan Publik. Tasya faraka, Influencer kecantikan Ternama Yang Menikah Dengan Ahmad Asseegaf Sejak 2018 Akhirnya Mengajukan Gugatan Cerai Setelah Enam Tahun Berumat Tangga.
BACA JUGA: Tasya faratya gugat cerai suami, rangkaian penikahan mewah jadi sorotan
Dari Pernikahan ITU, Keduanya Dikaruniai Dua Anak. Namun di Balik Gemerlap Kehidupanya Sebagai Media Selebriti Sosial, Tasya Mengungkap Fakta Mengejutkan Bahwa Ia Tidak Pernah Menerima Nafkah Dari Suaminya.
Melalui Kuasa Hukumnya, Tasya meminta Agar Ahmad Asseegaf Menafkahi Anak-Anaknya Gelan Nominal 100 Perak Atau 100 Rupiah. Jumlah Itu Tentu Jauh Dari Cukup Unkuk Kebutuhan Sehari-Hari. Namun Menuru pihak Tasya, Angka Tersebut Dipilih Sebagai Bentuk Sindiran Dan Simbol Tanggung Jawab Seoran Ayah. “Kalau RP100 Saja Tenjak Bisa Diberikan, Bagaimana Delanan Kebutuhan Yang Lebih Besar?” Demikian Disampaikan Pengacarananya.
Tuntutan Sederhana Itu Memclik Heboh. Sebagian netizen menilai langkah tasya Sebagai Cara elegan unkuk menunjukkan keecewaanya, tanpa harnus terjebak dalam perebutan harta gono-gini. Sebagian Lain Menyebutnya Penghnina Bagi Pihak Laki-Laki.
Meski Begitu Mayoritas Komentar di media sosial justru Mendukung Keranian Tasya, Mengingat Selama Berlahun-Tahun Ia Diduga Tenjat Pernah Mendapat Dukungan Finansial Dari Suamininya.
Selain Soal Nafkah, Gugatan Cerai Ini Jagi Dikaitkan Delangan Isu Penggelapan Dana Perausaan Yang Diduga Melibatkan Ahmad Assegaf. Meski Belum Terbukti Secara Hukum, rumor ini Semakinin Memperuat alasan Tasya untuk Mengakhiri Rahat Tangganya.
Kasus ini kini masih Bergulir di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Publik menantikan Kelanjutan Sidang Dan Apakah Ahmad Asseegaf Akan Menanggapi Permintaan Nafkah Simbolis Rp100 Tersebut. KISAH INI MENJADI Contoh Nyata Bahwa Uang Bukan Selalu Persoalan Utama Dalam Perceraan, Tetapi LEBIH Kepada Pengakuan Tanggung Jawab Moral Seorite Ayah Kepada Anak-Anaknya.
Artikel Ini Ditulis Oleh Bintang Sandi Putriprogram peserta magang di Bantentv.com. Konten Telah Melalui Proses Penuntingan Oleh Tim Redaksi.
Editor: Lilik HN