Serang, Bantentv.com – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD BANTEN MENGUSULKAN PEMOTLANDAN KININJA (TUKIN) BAGI ASN PEMPROV BANTEN.
Usulan Tersebut Disampaans Anggota Fraksi Pan, Dede Rohana Putra, Sabat Finalisasi APBD Perubahan 2025, Rabu 3 September 2025.
“Dalam Rapat Finalisasi, Saya meminta Efisiensi Anggraran Tukin Secara Proporsional Minimal 10 Persen Hingan 50 Persen,” Ujarnya.
Menurut Dede, Pemangkasan Ini Didasari Kondisi Anggraran Tidak Sehat Serta Wujud Empati Pada Kesulitan Ekonomi Masyarakat.
“Kita Harus membuktikan Kebijakan Anggara Kita Benar-Benar Memihak Pada Kepentingan Masyarakat, Salah Satunya Anggan Mengurangi Biaya Belanja Pegawai Diganti Belanja.
Ia Menyoroti Besarnya Anggraran Tukin Asn Yang Dianggap Melampaui Batas Kewajaran Dan Kini Suda Menjadi Perhatian Pemerintah Pusat.
“Angkanya Mencanyasi RP1 Triliun Lebih. Secara Keseluruhan, Tukin Melampaui 30 Persen Belanja Daerah,” Alumni Jelas Universitas Nasional Itu.
Lebih Lanjut, Pria Yang Denkenal Sebagai “Dewan Viral” Menilai Kebijakan Ini Adalah Respons Atas Realitas Sosial Masyarakat.
DENGAN KONDISI EKONOMI TIDAK STABIL, LANJUTNYA, EFISIENSI ANGGARAN HARUS DIAKUALISIKAN UNTUK Kebutuhan Masyarakat Secara Langsung.
“Akan Tetapi, Tapd Belum Bisa Melakukannya Di Apbd Perubahan. Karena Itu, Kami Dorong Realisasi Pada Apbd Murni Mendatang.”
Jika Pemangkasan 50 Persen Berhasil, Ruang Fiskal Baru Rp500 Miliar Bisa Digunakan Program Prioritas Prioritas Masyarakat.
“Misalnya Pembangunan Jalan Bang Andra, Peningkatan Ketahanan Pangan, Hingga Tambahan Anggraran Unkulah Gratis,” Ujarnya.
Selain itu, ia menegaska dana efisiensiensi maga mem -PENTING mendeklarasikan menutup jAMinan seseehatan bpjs di provinsi Banten.
“Anggraran bisa Meng-Cover 250 ribu peserta bpjs Yang dicoret semerintah pusat,” Jelas Wakil Ketua Komisi III DPRD BANTEN ITU.
Dede Menutup Dagan Menegaskan, Efisiensi Tukin Asn Adalah Solusi Realistis, Sebab Pendapatan Daerah Sulit Ditingkatkan Di Tengah Kondisi Ekonomi.
Editor: AF Setiawan