Bantentv.com – Lupa meletakkan kunci, lupa janji, atau lupa percakapan yang baru saja terjadi sering dianggap hal sepele. Banyak orang juga mengira kondisi tersebut hanya terjadi pada usia lanjut.
Namun faktanya, Demensia Alzheimer tidak hanya menyerang lansia. Dalam beberapa kasus, gejala juga dapat muncul pada usia yang lebih muda, bahkan di bawah 65 tahun.
Kondisi ini dikenal sebagai penyakit Alzheimer awitan dini atau Alzheimer usia muda. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda awal agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Baca Juga: Gaya Hidup Picu Pikun di Usia Muda, Begini Cara pencegahannya
Demensia Alzheimer sendiri merupakan jenis demensia yang paling banyak terjadi, yakni sekitar 60–70 persen dari seluruh kasus demensia.
Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan secara total. Penanganan yang tersedia hanya dapat memperlambat perkembangan penyakit.
Melansir Alzheimer Indonesia, berikut 10 gejala awal demensia Alzheimer yang perlu diwaspadai.
1. Sering Lupa Hal yang Baru Terjadi
Bukan sekadar lupa biasa, penderita sering lupa percakapan yang baru saja terjadi atau mengulangi pertanyaan yang sama berkali-kali. Hal ini biasanya menjadi tanda awal yang paling mudah dikenal.
2. Sulit Fokus dan Mudah Bingung
Kesulitan berkonsentrasi bisa muncul dalam aktivitas sederhana seperti menghitung uang, menggunakan ponsel, atau menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.
Akibatnya, pekerjaan yang sebelumnya mudah menjadi terasa lebih berat.
3. Membantu Melakukan Aktivitas Sehari-hari
Penderita bisa mulai kebingungan saat melakukan kegiatan rutin seperti memasak, berpakaian, atau mengatur keuangan. Padahal sebelumnya aktivitas tersebut dilakukan tanpa kesulitan.
4. Bingung Waktu dan Tempat
Penderita bisa lupa hari, tanggal, atau bahkan tidak mengenali tempat yang sebenarnya familier. Dalam beberapa kasus, penderita juga bisa tersesat di lingkungan yang sudah dikenal.
5. Gangguan Penglihatan dan Persepsi
Demensia Alzheimer juga dapat mempengaruhi kemampuan melihat dan memahami jarak. Penderita mungkin kesulitan membaca, membedakan warna, atau sering menabrak benda.
6. membantu Berkomunikasi
Penderita mulai kesulitan mencari kata yang tepat saat berbicara. Mereka juga bisa berhenti di tengah percakapan karena lupa apa yang ingin disampaikan.
7. Sering Salah Menaruh Barang
Lupa menaruh barang sering terjadi, bahkan penderita bisa menuduh orang lain mengambil barang tersebut. Hal ini terjadi karena daya ingat yang mulai menurun.
8. Sulit Membuat Keputusan
Penderita mulai kesulitan membuat keputusan sederhana, seperti memilih pakaian atau melakukan transaksi pembayaran.
9. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial
Penderita cenderung kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai dan lebih memilih menyendiri.
10. Perubahan Emosi dan Kepribadian
Perubahan perilaku menjadi salah satu tanda yang cukup terlihat. Penderita bisa menjadi lebih mudah marah, sensitif, atau curiga tanpa alasan yang jelas.
Usia Muda Juga Perlu Waspada
Meski lebih sering terjadi pada usia lanjut, demensia Alzheimer juga dapat menyerang usia produktif.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko di antaranya, riwayat keluarga, stres berkepanjangan, kurang tidur, pola hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik.
Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikan gejala lupa berulang, terutama jika mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Semakin cepat gejalanya dikenal, semakin besar peluang memperlambat perkembangan penyakit.
Baca Juga: Enam Tips Mencegah Nyeri Lutut Sebelum Usia 40 Tahun
Jika menemukan tanda-tanda tersebut pada diri sendiri atau orang terdekat, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Demensia Alzheimer bukan hanya soal lupa, tetapi juga menyangkut kualitas hidup di masa depan.