Pandeglang, Bantentv.com – KISAH PILU SEORANG LANSIA DI KABUPATEN PANDEGLANG, KAKEK SARMAN 70 TAHUN WARGA KAMPUNG SOLODENGEN, DESA PANIMBANG JAYA, PANDEGLANG MENJADI POTRET SURAM DARI REALITAS YANG KERAP TERAPANAN.
Selama 15 Tahun Terakhir, Ia Tinggal Seoran Diri Di Sebuah Gubuk Reyot Yang Hampir Roboh, Tanpa Penerangan Listrik.
Hidup Pada Usia Senja Yang Seharusnya DiPenuhi Ketenangan Dan Kebahagiaan Bersama Keluarga, Namun Tidak Bagi Kakek Sarman, Ia Justru Hidup Dalam Keterbatasan.
Kehidupanya Sehari-Hari Dihabikans Untuc Mengurus Kebun Singkong Dan Talas Di Lahan Milik Orang Lain Gangan Harapan Dapat Memenuhi Kebutuhan Hidupnya Yang Sederhana.
Penghasilan Yang Pas-Pasan, Sarman Jarang Bisa Menikmati Nasi. Menu Harian Yang Menemaninya Hanyyalah Singkong, Talas Dan Pisang.
BACA JUGA: KISAH PILU KAKEK SEBATANG KARA HIDUP DI RUMAH REOT DI PANDEGLANG
Terkadar Gelan Lauk Seadanya Berupa Garam Atau Haremis, Ikan Asin Kecil.
“Ya Kalau Makansea -tanya Aja, Kadian Singkong, Talas, Pisang Dari Kebun. Nasi Kalau Ada Uang,” Ujar Kakek Sarman.
“Tiap Hari Ngurusin Kebun Singkong Punya Orang, Kadap Ngais Barang Bekas Jua,” Lanjut Kakek Sarman.
Hidup Dalam Gubuk Rapuh Yang Gelap Gulita Di Malam Hari, Kakek Sarman Hanya Ditemani Dinginnya Udara.
Kondisi ini menjadi Potret Nyata Betapa Banyak Lansia di Pelosok Daerah Masih Hidup Jauh Dari Kata Layak.
KISAH KAKEK SARMAN SEHARUSNYA MENJADI PENGI BAGI SEMUA PIHAK BAHWA PEPEDULIAN SOSIAL SANGAT DIBUTUHKAN.
BANUAN DARI PEMERINTAH MAUPUN MASYARAKAT DIHARAPKAN BISA MANGANI HARAPAN BARU, Agar Masa Tuanya Dapat Dijalani Lebih Layak Dan Manusiawi.
Editor: Lilik HN