Bantentv.com – Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan persatuan, meskipun pelaksanaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berpotensi berbeda.
Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Sementara itu, sejumlah pihak, termasuk Muhammadiyah, menetapkan Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026.
Menangapi perbedaan tersebut, Menag mengingatkan agar hal ini tidak menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Sidang Isbat Tetapkan Idulfitri 21 Maret 2026, Hilal Tidak Terlihat
“Alhamdulillah, ini hasil terbaik. Perbedaan jangan membuat jarak, karena kita tetap satu sebagai sesama umat Islam,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Bimas Islam Kemenag.
Ia juga mengajak umat Islam untuk menyikapi perbedaan dengan bijak dan tidak menjadikannya sebagai alasan untuk memecah belah persatuan.
“Semoga hal ini dapat menjadi simbol kebersamaan umat Islam di Indonesia yang sekaligus mewakili persatuan kita sebagai sesama anak bangsa dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Menag berharap momentum Idulfitri tetap menjadi ajang mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman yang ada di Indonesia.