Bantentv.com – Usai merayakan Idulfitri, umat Muslim dianjurkan untuk melanjutkan ibadah dengan puasa Syawal. Namun, masih banyak yang bertanya, puasa Syawal berapa hari dan bagaimana niat membaca?
Puasa Syawal merupakan ibadah sunah yang dikerjakan selama 6 hari di bulan Syawal. Puasa ini dapat dilakukan secara berurutan-turut maupun terpisah, selama masih berada di bulan Syawal.
Menurut Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama RI, 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Baca Juga: Puasa Syawal: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Keutamaannya
Dengan demikian, umat Islam dapat melaksanakan puasa Syawal mulai 2 Syawal atau 22 Maret 2026 hingga akhir bulan Syawal yang diperkirakan jatuh pada tanggal 18 April 2026.
Keutamaan puasa Syawal sangat besar. Bahkan, ibadah ini disebut memiliki pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim:
“Barangsiapa puasa Ramadhan, kemudian ia sertakan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim).
Bacaan Niat Puasa Syawal
Sebelum menjalankan puasa Syawal, umat Muslim dianjurkan membaca niat terlebih dahulu. Berikut bacaan niat puasa Syawal:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnatis syawwāli lillāhi ta’ālā
Artinya:
“Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Syawal di Pagi Hari
Berbeda dengan puasa wajib, puasa Syawal masih diperbolehkan niatnya pada pagi hari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Berikut bacaan niat puasa Syawal di pagi hari:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adā’i sunnatis syawwāli lillāhi ta’ālā
Artinya:
“Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah Ta’ala.”
Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berturut-turut?
Menurut pendapat Sayyid Abdullah Al-Hadrami, dijelaskan bahwa puasa sunah Syawal tidak harus dilakukan secara tersambung.
Enam hari puasa sunnah Syawal boleh dikerjakan secara terpisah-pisah sepanjang masih berada dalam bulan Syawal.
Namun sebagian ulama menganjurkan untuk melaksanakan puasa Syawal lebih awal setelah Idulfitri agar lebih mudah menyempurnakan enam hari puasa tersebut.
Baca Juga: Puasa Syawal atau Qada Ramadhan Dulu? Ini Penjelasan Lengkapnya
Dengan menjalankan puasa Syawal, umat Islam diharapkan dapat menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadhan sekaligus meraih pahala yang besar.