Bantentv.com – Penyelenggaraan ibadah haji 2026 tidak hanya menjadi agenda keagamaan tahunan, tetapi juga sebuah peristiwa besar yang melibatkan ratusan ribu jamaah dari berbagai negara.
Memasuki hari ke-13 operasional, pelaksanaan haji 2026 menunjukkan kemajuan yang positif. Seluruh proses, mulai dari keberangkatan hingga mobilisasi antar kota suci, berjalan tertib dengan pengawasan ketat dari petugas di lapangan.
Kemajuan Pemberangkatan dan Kedatangan Jemaah
Berdasarkan data terbaru per 2 Mei 2026, sebanyak 192 kelompok terbang (kloter) dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas telah diberangkatkan dalam rangka haji 2026.
Dari jumlah tersebut, 184 kloter yang terdiri dari 71.362 jemaah telah tiba di Madinah. Sementara itu, proses pergerakan jamaah Makkah juga terus berlangsung secara bertahap menuju dan terkoordinasi.
Sebanyak 36 kloter dengan 14.503 jemaah telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib serta mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.
Layanan Transportasi dan Pendampingan Jemaah
Dalam pelaksanaan haji 2026, pemerintah memberikan perhatian serius pada aspek mobilitas jemaah. Seluruh perjalanan dilakukan dengan pengawalan petugas guna memastikan keamanan dan kenyamanan.
Salah satu layanan utama adalah Bus Sholawat yang beroperasi selama 24 jam. Layanan ini menghubungkan jemaah dari pemondokan menuju Masjidil Haram melalui beberapa titik strategis.
Baca Juga: Hingga 1 Mei, Imigrasi Gagalkan 42 Keberangkatan Haji Ilegal
Sebanyak 452 armada disiapkan, termasuk 52 bus hidrolik yang dirancang khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas. Dengan 21 rute berbeda, sistem transportasi ini membantu jamaah menjalankan ibadah dengan lebih mudah dan terarah.
Layanan Kesehatan dan Penanganan Jemaah
Selain transportasi, layanan kesehatan menjadi fokus penting dalam penyelenggaraan haji 2026. Hingga saat ini, tercatat 6.823 jemaah telah menjalani rawat jalan.
Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 141 lainnya mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 59 jamaah masih dalam perawatan.
Adapun total jemaah wafat tercatat sebanyak 7 orang, yang sebagian besar disebabkan oleh serangan jantung dan radang paru-paru. Pihak penyelenggara memastikan seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan hak badal haji.
Komite Pelayanan Inklusif
Juru Bicara Kementerian Haji, Maria Assegaff, menegaskan bahwa pelaksanaan haji 2026 terus berjalan sesuai rencana dengan peningkatan kualitas layanan di berbagai sektor.
“Alhamdulillah seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari pemberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi antar kota suci dengan pengawalan petugas yang optimal,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
“Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan penyandang disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan,” tambahnya.
Di tengah suhu Makkah yang mencapai sekitar 43 derajat Celcius, jemaah haji 2026 diimbau untuk menjaga kondisi fisik.
“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,” tegasnya.
Editor Siti Anisatusshalihah