Serang, Bantentv.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat 91 desa di 28 kecamatan terdampak bencana hidrometeorologi hingga Minggu pagi, 1 Februari 2026 pukul 09.00 WIB. Data ini berdasarkan Laporan Harian Pusdalops BPBD Kabupaten Serang.
Bencana yang terjadi meliputi banjir di 24 kecamatan (66 desa), angin kencang di 12 kecamatan (25 desa), serta pergerakan tanah di 9 kecamatan (16 desa).
BPBD menyebut penyebab utama adalah hujan sedang hingga lebat, luapan sungai, dan angin kencang di beberapa wilayah.
Jumlah penduduk terdampak tercatat 11.956 kepala keluarga (39.758 jiwa), termasuk 1.367 lansia, 2.884 balita, 1.721 anak-anak, 17 ibu hamil, dan 46 ibu menyusui. Satu korban meninggal dilaporkan, sementara tidak ada korban hilang atau luka.
Jumlah pengungsi mencapai 1.123 KK (3.963 jiwa). Dari jumlah tersebut, 304 KK (1.161 jiwa)masih berada di lokasi pengungsian, sedangkan 819 KK (2.802) telah kembali ke rumah jiwa masing-masing.
BPBD juga mencatat 10.050 unit rumah terdampak, termasuk 9.948 rumah terdampak banjir, 64 rumah terdampak longsor, dan 37 rumah terdampak angin kencang, dengan 104 unit mengalami kerusakan berat. Selain itu, 46 fasilitas umum dan sosial juga terdampak bencana.

Hingga Minggu pagi, kecamatan empat dan lima desa masih terdampak banjir, yakni Binuang, Carenang, Tanara, dan Anyer, dengan tinggi muka air antara 5 hingga 80 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menegaskan bahwa kekhawatiran bersama terkait terus melakukan penanganan dan pemantauan intensif.
Langkah-langkah yang dilakukan meliputi koordinasi lintas sektor, kaji cepat di lokasi terdampak, mengirimkan warga, serta menyampaikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Sebagian wilayah sudah mulai kondusif, namun masih ada kecamatan yang memerlukan pemantauan intensif. Kami juga terus mengumpulkan dan memverifikasi data yang ada,” ujar Ajat Sudrajat.
BPBD Kabupaten Serang menetapkan status Tanggap Darurat, sambil menyiagakan bantuan dan memantau potensi bencana lebih lanjut.
Berdasarkan peringatan dini BMKG Banten, wilayah Kabupaten Serang bagian timur masih berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang hingga 2 Februari 2026.