Pandeglang, Bantentv.com – Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Tb Agus Khatibul Umam, menegaskan bahwa standar kebersihan dan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh ditawar. Setiap dapur penyedia layanan gizi diwajibkan mematuhi standar operasional ketat demi melindungi kesehatan penerima manfaat.
Menurut Agus, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memegang peran krusial sebagai garda terdepan penyaluran makanan bergizi.
Oleh karena itu, seluruh proses produksi makanan harus berjalan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kualitas dan kebersihan dapur sangat penting untuk mencegah kasus keracunan makanan. Setiap dapur SPPG wajib mematuhi SOP ketat yang ditetapkan BGN,” tegas Tb Agus, Sabtu 31 Januari 2026 .
Ia mengingatkan, pelanggaran terhadap prosedur operasional standar, mulai dari penggunaan peralatan non kelas makanan hingga penurunan kualitas bahan baku, berpotensi menimbulkan dampak serius. Detailnya pun tidak ringan.
“Sanksinya jelas, mulai dari insentif sampai penghentian operasional. Ini demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa setiap dapur SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta menerapkan sistem Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).
Sistem ini dinilai penting untuk mendeteksi potensi bahaya sejak awal proses pengolahan makanan.
Dalam pengawasan yang dilakukan, DPRD menyoroti sejumlah aspek utama, di antaranya alur bahan baku yang harus dipisahkan antara basah dan kering, penggunaan peralatan berbahan dasar kelas makanan dan bebas karat, serta jaminan sterilitas dalam proses pengemasan hingga distribusi.
Dari hasil evaluasi lapangan, Tb Agus memberikan apresiasi terhadap kesiapan Dapur SPPG Cigadung, yang berada di bawah naungan Yayasan Dasar El Ulum dan menjadi mitra resmi BGN.
“Dapurnya bersih, penyimpanan bahan baku tertata, area peralatan kotor dan area masak terpisah. Ini sudah memenuhi standar SOP BGN,” katanya.
Agus menegaskan, DPRD Kabupaten Pandeglang akan terus melakukan pengawasan rutin agar Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal, aman, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat tanpa risiko kesehatan.
Editor AF Setiawan