Bantentv.com – Pontianak tidak hanya dikenal dengan garis Khatulistiwanya, tetapi juga dengan ragam kuliner yang sarat cerita. Salah satu yang paling membekas di lidah sekaligus diingat adalah chai kue, kudapan sederhana yang sering hadir di meja sarapan maupun menjadi teman minum teh sore hari.
Chai kue, atau sering juga disebut choi pan, merupakan makanan khas Pontianak yang mendapat pengaruh kuat dari budaya Tionghoa. Kata chai berarti sayuran, sementara kue merujuk pada adonan tepung. Sesuai namanya, isian chai kue didominasi oleh aneka sayuran seperti bengkuang, kucai, dan talas, yang dipadukan dengan udang serta ebi sebagai penambah cita rasa gurih alami.
Tekstur chai kue yang ideal adalah kulitnya lembut, kenyal, dan sedikit transparan, sementara isiannya terasa gurih, segar, dan harum. Siraman minyak bawang di atasnya menjadi sentuhan akhir yang sederhana, namun mampu menyatukan seluruh rasa dalam satu sajian.
Baca Juga: Kue Ulang Tahun Buatan Sendiri, Cara Sederhana Rayakan November yang Hangat
Resep Chai Kue Khas Pontianak
Bahan kulit:
- 200ml udara
- 100 gram tepung beras
- 25 gram tepung tapioka
- 2 sdm minyak goreng
- 1/4 sdt garam
Isian:
- Bengkuang secukupnya
- Kucai secukupnya
- Talas secukupnya
- Udang secukupnya
Bumbu halus:
- 1 sdm ebi goreng
- 3 siung bawang putih
- 1/2 sdt lada
- 1/2 sdt garam
Minyak Bawang:
- 10 siung bawang putih
- 100ml minyak goreng
- 1/2 sdt garam
Cara Membuat:
- Cincang halus udang, iris kecil kucai, potong dadu kecil talas, dan serut tipis bengkuang. Sisihkan semua bahan.
- Tumis bumbu halus hingga harum dan matang. Masukkan udang, kucai, dan bengkuang, lalu tumis hingga isian matang dan tercampur rata.
- Untuk kulit, campurkan tepung beras, tepung tapioka, air, garam, dan minyak goreng. Aduk hingga adonan licin dan tidak bergerindil.
- Masak adonan kulit di atas api kecil sambil terus diaduk hingga menggumpal dan setengah matang. Angkat, biarkan hangat, lalu uleni hingga kalis.
- Ambil sedikit adonan, pipihkan tipis-tipis, lalu cetak bulat menggunakan bibir gelas. Isi secukupnya, lipat, dan rapatkan pinggirannya dengan sedikit udara. Taburi tepung agar tidak lengket. Lakukan hingga adonan habis.
- Panaskan kukusan, lalu kukus chai kue selama kurang lebih 15 menit hingga matang.
- Sambil menunggu, buat minyak bawang. Cincang kasar bawang putih, goreng dalam minyak panas.
- Kecilkan api dan aduk terus hingga bawang berwarna gelap. Matikan api, tambahkan garam, dan aduk rata. Bawang Pastikan tidak gosong agar tidak pahit.
- Setelah chai kue matang, angkat dan sajikan hangat bersama minyak bawang.
Tips Agar Chai Kue Lembut dan Gurih
- Gunakan api kecil saat membuat adonan kulit agar teksturnya halus dan tidak keras.
- Bengkuang sebaiknya diperas ringan setelah ditumis agar isian tidak berair.
- Jangan menggoreng bawang putih terlalu lama, cukup hingga kuning keemasan agar aromanya keluar tanpa rasa pahit.
- Chai kue paling nikmat disantap dalam keadaan hangat, saat kulit masih lembut dan minyak bawang masih harum.
Chai kue mengajarkan bahwa kelezatan tidak selalu harus rumit. Dari dapur-dapur sederhana di Pontianak, lahirlah sajian yang mampu menyatukan rasa, cerita, dan kebersamaan dalam satu gigitan.
Editor : Erina Faiha