Bantentv.com – Di tengah cuaca panas khas kota khatulistiwa, masyarakat Pontianak punya satu minuman tradisional yang selalu jadi pelepas dahaga favorit, yaitu es bongko.
Sajian ini terkenal dengan perpaduan tekstur lembut dari bongko berbahan tepung hunkwe, kuah santan gurih, gula merah yang manis legit, serta es batu yang menyegarkan.
Sekilas tampilannya sederhana, tapi sekalinya berdetak, ada rasa nostalgia dan kehangatan khas jajanan tradisional yang sulit dilupakan.
Es bongko menjadi salah satu kuliner pencuci mulut khas Pontianak yang masih bertahan hingga sekarang.
Pontianak dan cuaca panas adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Berada tepat di garis khatulistiwa membuat kota ini dianugerahi limpahan sinar matahari sepanjang tahunnya.
Namun, dari kreativitas kuliner masyarakatnya lahir. Es Bongko adalah jawaban humanis para warga Pontianak terhadap teriknya alam.
Baca Juga: Resep Nasu Paleko, Sajian Pedas Khas Bugis yang Menggugah Selera
Bagi masyarakat lokal, Es Bongko bukan sekadar takjil atau pencuci mulut biasa. Ia adalah silaturahmi sedang. Dahulu, kuliner ini sering disajikan dalam mangkuk-mangkuk besar saat acara kumpul keluarga, pernikahan adat, atau sebagai menu berbuka puasa bersama yang dinanti-nanti.
Meneguk Es Bongko bersama kerabatnya adalah momen jeda dari rutinitas, suatu waktu untuk berbagi cerita di bawah teduhnya langit sore.
Konon, nama “bongko” berasal dari adonan tepung hunkwe yang dimasak hingga padat menyerupai puding lembut. Pengaruh budaya Tionghoa juga cukup terasa dalam kuliner manis Pontianak, karena tepung hunkwe memang banyak digunakan dalam berbagai hidangan penutup tradisional di Kalimantan Barat.
Dahulu es bongko sering dijajakan saat Ramadhan atau sore hari di warung-warung pinggir jalan sebagai teman berbuka puasa. Kini, variasinya semakin beragam dengan tambahan sagu mutiara, nangka, hingga cincau agar rasanya semakin meriah
Aroma pandan yang menguar berpadu gurihnya santan selalu punya cara ajaib untuk membawa kita pulang. Di tengah cuaca teriknya, membayangkan sebuah mangkuk berisi potongan adonan lembut berwarna hijau daun, berenang di dalam kuah santan dingin yang disiram sirup gula merah pekat.
Itulah Es Bongko, segelas kebahagiaan sederhana khas Pontianak yang tidak hanya manis di lidah, tetapi juga sarat akan cerita dan kehangatan.
Resep Es Bongko Pontianak
Bahan Bongko
- 100 gram tepung hunkwe
- 600 ml santan sedang
- 4 sdm gula pasir
- 1/2 sdt garam
- 1 sdt pasta pandan atau air pandan alami
Bahan Kuah
- 600 ml santan
- 150 gram gula merah, sisir halus
- 2 sdm gula pasir
- 1 lembar daun pandan
- Sejumput garam
Pelengkap
- Es batu secukupnya
- Susu kental manis bila suka
- Sagu mutiara atau potongan nangka sebagai tambahan
Cara Membuat
- Campurkan tepung hunkwe, santan, gula, garam, dan pandan dalam panci.
- Masak sambil terus diaduk sampai adonan mengental dan meletup-letup.
- Tuang ke loyang atau wadah datar, lalu biarkan dingin hingga mengeras.
- Untuk kuahnya, rebus santan, gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan sampai harum dan gula larut. Dinginkan.
- Potong-potong bongko sesuai selera, masukkan ke mangkuk, tambahkan es batu lalu siram kuah santan gula merah.
- Sajikan dingin agar sensasi segarnya lebih terasa.
- Gunakan api kecil saat memasak hunkwe supaya tidak mudah gosong.
- Aduk terus agar teksturnya lembut dan tidak menggumpal.
- Jika ingin aroma lebih wangi, gunakan air pandan asli dari daun pandan yang diblender.
- Dinginkan kuah santan sebelum disiram agar rasa segarnya lebih maksimal.
- Tambahan nangka atau sagu mutiara bisa membuat tampilannya lebih cantik dan rasanya semakin kaya.
Es bongko bukan hanya soal minuman manis, tetapi juga tentang cerita kuliner tradisional yang tetap hidup di tengah banyaknya hidangan penutup modern. Rasanya sederhana, namun justru di situlah letak keistimewaannya.
Selamat Mencoba di rumah.
Editor Siti Anisatusshalihah