Palembang, rakyatpembaruan.com-
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (FKM UNSRI) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat terkait Sustainable Development Goals (SDGs) dengan tema “Pemberdayaan Ibu Balita sebagai Pemantau Tumbuh Kembang Anak melalui Media Buku Saku Edukasi Tumbuh Kembang Anak (TKA)”. Kegiatan yang diketuai oleh Prof. Misnaniarti, SKM, MKM ini sebagai bagian dari Program EQUITY Universitas Sriwijaya Tahun 2025–2026 yang dilaksanakan di Gedung Pascasarjana UNSRI, Kamis (2/4/2026)
Dalam keterangannya, Prof. Misnaniarti menjelaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya didanai oleh Program EQUITY Universitas Sriwijaya Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan berdasarkan Kontrak Nomor: 0031.2/UN9.R/SB3.SU/2026 yang ditandatangani pada tanggal 2 Februari 2026 lalu. Dukungan finansial ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam mendorong pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengabdian masyarakat yang berdampak luas.
Ia menambahkan, acara ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat di Desa Tanjung Seteko, Ogan Ilir, yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan di bawah kepemimpinan Dr. Rini Mutahar, S.KM., M.KM. pada November 2025 lalu. Hasil pelaksanaan pengabdian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Buku Saku Edukasi TKA efektif meningkatkan literasi kesehatan ibu balita, yang dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 67,3 menjadi 72,33 dan signifikan secara statistik (p=0,03).
“Sesi FGD dikhususkan untuk menjaring masukan mendalam dari para pemangku kepentingan mengenai pengembangan media edukasi. Diskusi ini menitikberatkan pada konten evaluasi Buku Saku TKA agar lebih praktis, validasi model pemberdayaan, serta perumusan strategi agar media ini dapat diadopsi sebagai kebijakan lokal dalam pelayanan kesehatan komunitas. Kemudian dibahas pula strategi penghentian program kesehatan berbasis masyarakat serta penguatan sinergi antarpemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak,” Ujarnya.
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan FKM UNSRI, Dr. Novrikasari, S.KM., M.Kes., dan diikuti peserta dari berbagai kalangan, baik secara luring maupun bold. Peserta offline terdiri dari tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan Ilir, perwakilan Puskesmas, Perangkat Desa, serta para Kader Posyandu. Selain itu, para akademisi dan mahasiswa juga turut hadir dalam forum ini.
Sementara itu, peserta dare (online) melalui platform Zoom diikuti oleh peserta dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang terdiri Dr (PhD) Mohd Harimi Abd Rahman sebagai dosen, serta dua orang mahasiswa, yaitu Nurul Hidayah Md Fadzil dan Soonia AP Guna Segar.
UKM sendiri merupakan universitas peringkat 126 dunia menurut QS World University Rankings. Partisipasi internasional ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoA) antara Universitas Sriwijaya dan UKM Nomor: 0030/UN9/PKS/LN/2023, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat dan pertukaran pengetahuan. Kehadiran peserta dari UKM bertujuan untuk memberikan masukan berdasarkan keahlian internasional, menelaah pendekatan pemberdayaan masyarakat, serta diskusi praktik terbaik dalam pemberdayaan kesehatan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya yakni, Dr. Ir. Lilik Kustiyah, M.Si dari Departemen Gizi Masyarakat IPB University yang memaparkan materi mengenai pemantauan tumbuh kembang anak oleh kader kesehatan. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya deteksi dini sebagai upaya pencegahan masalah gizi dan gangguan perkembangan anak.
Wahyu Pudji Nugraheni, SKM, M.Kes dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan materi terkait pemberdayaan kader posyandu dalam penggunaan media kesehatan. Ia menyoroti pentingnya inovasi media edukasi yang sederhana namun efektif, seperti buku saku, dalam meningkatkan pemahaman masyarakat.
Sementara itu, dr. Lisa Marniyati, M.KM dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan memaparkan analisis situasi gizi di Sumatera Selatan. Materi ini memberikan gambaran kondisi aktual serta tantangan yang dihadapi dalam upaya perbaikan status gizi masyarakat, termasuk penanganan stunting.
Melalui pendanaan Program EQUITY, FKM UNSRI berkomitmen mendukung pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) di wilayah Sumatera Selatan serta memperkuat jejaring kolaborasi internasional dengan Universitas Kebangsaan Malaysia. (adi/rp)(Ara/Humas)