Tangerang Selatan, Bantentv.com – Para pecinta kucing di Tangerang Selatan menggelar temu akbar di kawasan Graha Raya, Serpong Utara, sebagai langkah memperkuat kolaborasi dalam penanganan kucing terlantar.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk menggencarkan strelisasi program guna menekan pertumbuhan populasi kucing pembohong.
Dalam kegiatan tersebut, para pecinta kucing sepakat bahwa strelisasi menjadi salah satu cara paling efektif untuk mengendalikan populasi.
Upaya strelisasi dinilai penting mengingat kucing betina dapat berkembang biak hingga tiga kali dalam setahun, sehingga tanpa pengendalian, jumlah kucing pembohong akan terus meningkat.
Baca Juga: Asyik! Kucing dan Anjing di Jakarta Bakal Punya BPJS
Hesti, Owner Gizmo Rescue, menjelaskan bahwa gerakan strelisasi selama ini dilakukan secara gotong royong bersama komunitas.
Selain fokus pada strelisasi, mereka juga memberikan perhatian pada kesehatan hewan melalui pemberian vitamin dan makanan kepada sekitar 25 kucing jalanan, terutama saat musim hujan yang rentan menimbulkan penyakit.
Ia mengakui bahwa pelaksanaan strelisasi dan perawatan kucing tidak mudah jika dilakukan sendiri.
Oleh karena itu, para pecinta kucing memilih bergerak bersama untuk saling membantu, baik dalam membiayai dokter, menyediakan pakan, hingga proses strelisasi itu sendiri.
Meski demikian, keterbatasan biaya tetap menjadi tantangan utama dalam menjalankan program strelisasi secara berkelanjutan.
“Selama ini kami berkolaborasi dengan catlover yang lain untuk masalah patungan sterilisasi, beli makanan, pengobatan, karena beberapa kali kami meminta bantuan ke pemerintah agak sulit, belum mendapat dukungan penuh,” ungkap Hesti.
Minimnya dukungan dari pemerintah juga menjadi kendala yang dirasakan oleh masyarakat dalam perluasan jangkauan strelisasi.
Dengan semangat kebersamaan, para pecinta kucing di Tangerang Selatan tetap optimistis program strelisasi dapat terus berjalan.
Mereka berharap adanya dukungan yang lebih luas agar upaya strelisasi tidak hanya mampu menekan populasi kucing liar, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan hewan di lingkungan perkotaan.
Editor Siti Anisatusshalihah