Bantentv.com – Kebiasaan berpikir berlebihan atau berpikir secara berlebihan Tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan saluran pencernaan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Fachrial Imam, mengatakan kondisi emosional seperti stres, kecemasan, dan berpikir secara berlebihan dapat menyembuhkan gejala GERD (Penyakit refluks gastroesofagus).
Apalagi jika GERD tidak ditangani dengan baik, kondisi berisiko tersebut menimbulkan komplikasi yang lebih serius.
Menurut dr. Fachrial, secara medis berpikir secara berlebihan memang tidak secara langsung menyebabkan GERD. Namun, stres dan kecemasan yang berlangsung dalam waktu lama dapat memengaruhi sistem saraf dan hormon tubuh yang berkaitan erat dengan fungsi saluran pencernaan.
“Stres dan kecemasan yang berkepanjangan dapat mempengaruhi sistem saraf dan hormon tubuh yang berhubungan erat dengan fungsi saluran pencernaan,” katanya.
Ia umum menjelaskan, gejala GERD yang dirasakan antara lain sensasi terbakar di dada atau ulu hati, rasa asam maupun pahit yang naik ke tenggorokan, sering bersendawa, serta perut terasa penuh atau kembung.
Selain itu, penderita juga dapat mengalami mual setelah makan, batuk kronis terutama pada malam hari, suara serak, tenggorokan terasa mengganjal, hingga gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman di dada dan tenggorokan.
“Gejala GERD itu menimbulkan rasa tidak nyaman dan kekhawatiran, dan kekhawatiran itu bisa memicu stres yang pada akhirnya memperparah gejala GERD itu sendiri,” tuturnya.
Baca Juga: Waspadai GERD: Masalah Asam Lambung yang Kerap Diremehkan, Bisa Berujung Fatal
Lebih lanjut, dr. Fachrial menyebut munculnya gejala GERD umumnya dipengaruhi pola hidup yang kurang sehat, seperti jadwal makan yang tidak teratur, kurang istirahat, serta tingkat stres yang tinggi.
Saat seseorang mengalami tekanan emosional, pola hidupnya cenderung berubah, misalnya mengonsumsi kopi secara berlebihan, kurang tidur, atau memilih makanan yang tidak sehat.
“Kebiasaan-kebiasaan itu menjadi awal mula timbuknya faktor pemicu kambuhnya Gerd,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa GERD tidak boleh dianggap sepele. Apabila penanganan di fasilitas kesehatan tidak segera ditangani, penyakit ini dapat mengganggu kualitas hidup dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius, termasuk meningkatkan risiko terjadinya kanker.
“Gerd itu bahaya jika tidak cepat ditangani, bjsa menganggu kualitas hidup yang akan menjadi luka di lambung, dan bisa menjadi penyakit kanker juga,” jelasnya.
Oleh karena itu, dr. Fachrial mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Cilegon, agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sesegera mungkin jika mengalami gejala GERD.
Selain melakukan penanganan medis, masyarakat juga dianjurkan untuk mengelola stres dengan baik agar kondisi tidak semakin memburuk.
“Bagi yang mengalami gejala Gerd, mohon segera datang ke faskes terdekat untuk mendapatkan bantuan pertama yang cepat, dan penting juga untuk mengelola stres,” imbaunya.
Editor Siti Anisatusshalihah