Bantentv.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi memperluas penggunaan vaksin campak untuk kelompok dewasa berisiko. Kebijakan ini diambil sebagai langkah pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) yang masih terjadi di sejumlah daerah pada tahun 2026.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, perluasan vaksinasi tersebut dilakukan setelah meningkatnya kasus campak yang tidak hanya menyerang anak-anak. Selain itu, kasus campak juga menyerang kelompok dewasa.
“Yang diderita campak bukan hanya anak-anak, tetapi juga terdapat kasus pada kelompok dewasa,” ujar Taruna Ikrar dalam konferensi pers, Rabu 8 April 2026, dikutip dari laman resmi BPOM.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga minggu ke-11 tahun 2026 tercatat 58 kejadian luar biasa (KLB) campak di 39 kabupaten/kota. Kejadian ini tersebar di 14 provinsi.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Penyakit Campak, Kenali Gejala dan Putus Rantai Penularannya!
Meski kasus menurun hingga 93 persen dari 2.220 kasus menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret 2026, risiko penularan masih dinilai tinggi.
Oleh karena itu, BPOM secara resmi memberikan persetujuan penggunaan vaksin campak produksi Bio Farma untuk kelompok dewasa yang berisiko. Kebijakan ini berlaku mulai 7 April 2026.
Taruna menjelaskan, keputusan tersebut diambil melalui evaluasi ilmiah yang komprehensif. Prosesnya termasuk konsultasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan analisis data uji klinis.
“Kami tidak sekonyong-konyong mengambil keputusan. Semua melalui evaluasi ilmiah yang ketat,” tegasnya.
Vaksinasi dewasa akan diprioritaskan bagi kelompok berisiko tinggi, seperti tenaga kesehatan, pelaku perjalanan internasional, serta individu yang memiliki kontak dekat dengan kelompok rentan.
Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu, Ini Perbedaan Campak Anak Sudah dan Belum Imunisasi
Selain vaksin produksi Bio Farma, vaksin kombinasi campak seperti MMR dari produsen internasional juga telah tersedia untuk kelompok usia dewasa.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap upaya pencegahan campak dapat terhambat. Sasaran tidak hanya pada anak-anak tetapi juga kelompok dewasa yang berisiko tinggi.