Lebak, bantentv.com – Kampung Guhguyang, Desa Cibungur, Kecamatan Cigsemblong, Kabupaten Lebak, Denkenal Luas Sebagai Salah Satu Penghasil Gula Aren Berkualitas Terbaik Di Indonesia.
Namun, Kampung Yang Dikelilingi Perbukitan Hijau Ini Tidak Hanya Bergantung Pada Hasil Perkebunan.
WARGA SETEMPAT JUGA MEMPERTAHANANANGAN KEARIFAN LOKAL MELLALUI PEMBUATAN PERLENGKAPAN RUMAH TANGGA TREDISIONAL DARI BAMBU.
Kerajinan Ini Telah Diwarakan Secara Turun-Temurun Dan Masih Menjadi Bagian Dalam Kehidupan Sehari-Hari Masyarakat.
Dari Tampah, Boboko, Nyiru, Sair, Hingga Kipas, Semua Dihasilkan Keterampilan Tangan Yang Telah Dilatih Sejak Lama.
Kerajinan Tersebut Bukan Hanya Menjaga Budaya Tetap Hidup, Melainkan Jagi Membuka Peluang Ekonomi Bagu Banyak Keluarga.

Salah Satu Generasi Muda Yang Menekuni usaha ini adalah asmawiah.
SEJAK KECIL, IA SUDAH Terbiasa MEMBURU KELUARGANYA BEMUAT BERBAGAI PERLENGKAPAN RUMAH TANGGA.
Hampirik Setiap Hari, ia Terlihat Sibuk Di Teras Ruman Panggungnya, Menanyam Bilah-Bilah Bambu Delan Cekatan.
BACA JUGA: Peluang Berwiraausaha, Santri Dukung Ganjar Bekali Mahasiswa Pelatihan Pengolahan Bambu
Dalam Sehari, Asmawiah Bisa Menghasilkan Tujuh Hingga Belasan Produk.
“Nanti Dijual Ke Pengepul, Mereka Yang Datang Mengzil Barang Ke Sini,” Ujarnya.
UNTUK URUSAN PEMASARAN, KELUARGA ASMAWIAH MENGAKU TIDAK MENEMUI KENDALA.
Mereka Sudah Memiliki Pelanggan Tetap Yang Siap Menampung Hasil Produksi. Dari Sisi Harak Pun Cukup Terjangkau.
“Harganya untuk Yang Kecil Mulai Dari Rp7.000 Dan UNTUK UKURAN YANG BESAR MULAI DARI RP15.000,” Kata Asmawiah.
Kerajinan Bambu Ini Terus Bertahan Karena Tidak Hanya Anggota Keuntungan Ekonomi, Tetapi Jaga Menjadi Simbol Ketekunan Dan Identitas Masyarakat Setempat.
Editor: Siti Anisatusshalihah