Pandeglang, Bantentv.com – Budidaya ikan di kawasan Bukit Sinyonya, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, menjadi salah satu lokasi yang disampaikan tim Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka melihat langsung pelaksanaan program pembangunan daerah yang dinilai selaras dengan agenda pembangunan nasional, termasuk penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan.
Saat melakukan peninjauan, tim Lemhannas menemukan bahwa produk budidaya ikan dari kawasan Bukit Sinyonya bahkan telah menembus pasar internasional.
Kepala Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Wahyu, mengatakan ikan yang dibudidayakan masyarakat setempat kini telah dikirim ke sejumlah negara.
Baca Juga: Ikan Mas Sinyonya Asal Pandeglang Primadona Pasar Ekspor
Menurutnya, permintaan datang dari berbagai negara seperti Jepang, Arab Saudi, Timor Leste, Malaysia, hingga Vietnam.
“Ikan Sinyonya sekarang sudah go internasional. Untuk Vietnam saja kami sudah mengirim sekitar 5 ribu ekor,” ujar Wahyu, Selasa 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan, harga ikan ukuran sekitar 5 sentimeter dijual sekitar 1 dolar Amerika Serikat per ekor.
Peserta P4N Lemhannas RI, Kombes Pol Muhamad Ali Hadinur, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari kajian strategi untuk melihat secara langsung berbagai program pembangunan di daerah.
Menurutnya, berbagai program yang dijalankan di Kabupaten Pandeglang menunjukkan adanya kesinambungan antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
Baca Juga: Festival Ikan Mas Sinyonya 2025, Lestarikan Ikan Langka Khas Pandeglang
“Salah satu tujuan kami berkunjung ke sini dalam program P4N adalah untuk melihat langsung program-program yang dijalankan di daerah. Dari yang kami lihat, program bapak Presiden dilanjutkan dan diimplementasikan dengan baik di Kabupaten Pandeglang,” kata Ali Hadinur.
Ia menilai potensi sektor pertanian dan perikanan di Pandeglang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Editor AF Setiawan