Dalam tausyahnya, Prof.Dr.KH. Said Agil Husin Al Munawar menjelaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum untuk mengingat turunnya wahyu terakhir kepada Nabi terakhir, yaitu Muhammad. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang paling lengkap dan sempurna, serta menjadi mukjizat yang kekal sepanjang zaman.
Menurutnya, Al-Qur’an memiliki kandungan yang sangat luas meskipun jumlah ayat, huruf, dan suratnya terbatas, tetapi keluasan dari isi dan kandungannya dikatakan bagaikan lautan yang tiada bertepi. Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an berfungsi sebagai petunjuk, cahaya, rahmat, sekaligus penyembuh bagi manusia. Hal tersebut dijelaskan dalam berbagai ayat, di antaranya Surah Al-Isra ayat 9, Surah Al-Baqarah ayat 2 dan 185, Surah An-Nisa ayat 174, Surah Yunus ayat 57, serta Surah Al-Ma’idah ayat 15 dan 16.
Prof Said Agil juga menegaskan bahwa Al-Qur’an bukanlah kitab ilmu pengetahuan, melainkan sumber ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan berkembang melalui teori dan eksperimen yang terus berubah mengikuti perkembangan zaman, sementara Al-Qur’an memberikan isyarat dan petunjuk dasar yang dapat menjadi landasan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia.
Ia menambahkan bahwa pembangunan peradaban, termasuk di lingkungan akademik, harus berlandaskan nilai-nilai akhlaqul karimah dengan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Dalam Al-Qur’an, Nabi Muhammad disebut sebagai teladan terbaik bagi umat manusia dengan akhlak yang mulia.
“Diantara akhlak dan budi pekerti Nabi menunjukkan bahwa Nabi tidak pernah sombong Nabi jauh dari sombong walaupun dia adalah manusia yang paling mulia, paling terhormat dari sekian makhluk Allah SWT di muka bumi ini. Maka beliau katakan aku adalah penghulu manusia secara keseluruhan tapi aku tidak pernah sombong kenapa? karena banyak orang yang kalau sudah banyak ilmunya, sudah banyak titelnya, sudah banyak menyelesaikan pelajarannya dan penelitiannya karena tidak ada tuntunan tidak pernah melakukan penelitian, tentang akhlak dan menunjukkan Nabi Muhammad SWT mereka selalu menyombongkan dirinya. sedangkan ilmu itu adalah karunia Allah SWT maka bertambah banyak ilmu dia bertambah rendah diri, tidak sombong dan tidak mengaku lebih dari orang lain,” ujarnya.
Usai tausyah, kegiatan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama, kemudian shalat Magrib dan shalat Isya yang diimami oleh Prof. Dr. Ir. Anis Saggaff, MSCE. IPU. MKU. ASEAN Inggris. APEC Eng. dan shalat Tarawih berjamaah yang diimami langsung oleh Prof. Dr. KH. Ungkap Agil Husin Al Munawar.
Suasana kebersamaan dan kekhusyukan terasa dalam kegiatan yang diikuti oleh keluarga besar Universitas Sriwijaya tersebut. Peringatan Nuzulul Qur’an ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai spiritual serta mendorong sivitas akademika UNSRI untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan dan pengembangan ilmu pengetahuan.(adi/rp) (Ara_Humas)