Pandeglang, Bantentv.com – Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) mendorong pengembangan ekonomi desa melalui inovasi budidaya Ikan Mas Sinyonya yang berpotensi meningkatkan pendapatan warga lokal.
Kegiatan yang berlangsung selama Oktober–November 2025 di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglangini melibatkan Pemerintah Desa Bandung, Pokdakan Mina Laksana, dan BUMDes Warga Dekat Bandung sebagai mitra strategis.
Ketua Tim PPM, Dr. Dodi Hermawan, menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah meningkatkan produktivitas ikan Mas Sinyonya sekaligus menciptakan rantai ekonomi baru berbasis perikanan lokal.
“Kami tidak hanya mengajarkan teknik budidaya, tapi juga bagaimana masyarakat bisa mengelola dan memasarkan hasilnya. Tujuannya agar Desa Bandung mampu menjadi kawasan mandiri pangan yang berdaya saing,” jelas Dr. Dodi, Minggu (9/11).
Baca Juga: Ikan Mas Sinyonya Asal Pandeglang Primadona Pasar Ekspor
Sejumlah pelatihan dilaksanakan, mulai dari teknik pemijahan buatan ikan, budidaya pakan alami, hinggamanajemen dan kepemimpinan kelompok pembudidaya.
Tak berhenti di situ, mahasiswa juga memperkenalkan produk makanan inovatif berbahan dasar ikan Mas Sinyonya seperti Kaki Naga, yang kini menjadi ikon kuliner khas desa.
“Produk olahan ikan seperti Kaki Naga memiliki nilai ekonomi tinggi.Dengan pelatihan pemasaran digitalmasyarakat kini bisa menjual produk mereka melalui media sosial dan marketplace,” ujar Dodi.
Menurutnya, langkah ini menjadi bukti bahwa potensi perikanan lokal dapat menjadi motor penggerak perekonomian desa jika dikelola dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Ikan Mas Sinyonya bukan sekedar komoditas perikanan, tapi simbol harapan baru bagi kemandirian pangan Pandeglang,” tegasnya.
Baca Juga: Festival Ikan Mas Sinyonya 2025, Lestarikan Ikan Langka Khas Pandeglang
Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyebut program ini membawa perubahan nyata bagi masyarakat, dari sekadar petani menjadi pelaku usaha perikanan yang berorientasi pada pasar.
“Mahasiswa UNTIRTA memberi warna baru dalam pengembangan ekonomi desa. Ikan Mas Sinyonya kini menjadi kebanggaan kami sekaligus peluang ekonomi baru,” ujarnya.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan kelompok pembudidaya diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi perikanan lokal yang inovatif dan berkelanjutan.
Editor AF Setiawan