Serang, Bantentv.com -Di usia Tiga Tahun, Umar Ayyasy Harus Berjuang Melawan Gizi Buruk Dan Penyakit Paru-Paru. Namun, Perjuangan Itu Berakhir Tragis Setelah Balita Ini Diduga Ditolak Perawatan Di Rs Hermina Ciruas.
Kisa Bermula Pada 26 Agustus 2025. Umar Dibawa Keluarganya Ke RS Hermina Ciruas Dan Menjalani Perawatan.
Setelah Sepekan, Tepat 1 September, Pihak RUMAH SATIT MENYATAKAN KONDISINYA Stabil. Umar Dipulangkan, Meski Tubuh Kecilnya Masih Terpasang Selang Untukur Asupan Susu.
Hanya Dua Hari Berselang, Pada 2 September, Kondisinya Kembali Memburuk. Keluarga Bergegas Membawa Ke RS Hermina Ciruas.
Menurut tiara, orang tua umar hanya diganti selangnya, diberi obat penurun panas, lalu diminta pulu.
“Iya, Waktu Itu Dibawa Ke Ugd, Terus Antre Padahal Anak Saya Udah Engap-Engapan. Udah Gitu Dikasih Obat Dan Dikasih Selang, Terus Diperikssa Sebentar. Setelah ITU DISURUH PULANG, HABISIN OBAT KAHAT KAHAT DID DIRUKUH,”
Kemudian tiara menuturkan, Alasan Penolakan Karena Umar Merupakan Peserta Bpjs Yang Baru Saja Keluar Dari Rawat Inap. Selain itu, pihak rUrt Sangan menyebut ruang perawatan penuh.
Melihat Keadaan Umar Semakin Melemah, Keluarga Membawanya Ke Rsud Provinsi Banten. Di Sana, Tim Medis Berusia Maksimal, Bahkan Menyapkan Icu Karena Kondisinya Kritis. Sayangnya, Jumat Subuh, 5 September 2025, Umar Menghembuskan Napas Terakhirnya.
“Kematian Memang Takdir, Tapi Kami Kecewa. Haruusnya ada.
Peristiwa ini Menambah Catatan Kelam Pelayanan Kesehatan, Terutama Bagi Masyarakat Kecil Yang Bergantung Pada Bpjs.
Editor: AF Setiawan