Serang, Bantentv.com – Momen arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah membawa berkah bagi pelaku usaha kuliner di Kota Serang. Salah satunya sate bandeng, yang kembali menjadi oleh-oleh favorit para pelancong yang melintas di wilayah Banten.
Permintaan lonjakan dirasakan langsung oleh Agus, pengrajin sate bandeng yang telah berjualan selama 12 tahun di Jalan Jenderal Soedirman, Kota Serang. Ia mengaku pesanannya meningkat tajam sejak memasuki musim mudik hingga arus balik Lebaran.
“Kalau musim Lebaran pemesanan banyak, pembelian langsung juga meningkat.Kebanyakan untuk oleh-oleh arus mudik dan arus balik,” ujar Agus, Selasa 24 Maret 2026.
Pada hari biasa, Agus menjual sekitar 60 hingga 100 tusuk per hari. Namun saat Lebaran, penjualan melonjak hingga 200 hingga 300 tusuk per hari.
“Tadi saja sudah terjual lebih dari 100 tusuk. Kalau puncaknya bisa sampai 200 hingga 300 tusuk,” tambahnya.
Meski permintaannya tinggi, Agus mengaku harus menyesuaikan harga akibat kenaikan bahan baku. Saat ini, sate bandeng dijual seharga Rp45.000 per tusuk, naik dari harga normal Rp40.000.
Sate bandeng sendiri tersedia dalam dua varian rasa, yakni original dan pedas. Kuliner khas Banten ini memiliki tekstur lembut menyerupai otak-otak, karena duri bandeng telah diolah sehingga aman dikonsumsi.
Selain rasanya yang khas, sate bandeng juga menjadi favorit karena daya tahannya yang cukup lama, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh perjalanan jauh.
“Kalau disimpan di freezer bisa tahan sampai satu bulan. Kalau untuk perjalanan satu atau dua hari, di suhu luar juga masih aman,” jelas Agus.
Dengan cita rasa gurih khas rempah tradisional, sate bandeng tetap menjadi pilihan utama pemudik yang ingin dibawa pulang oleh-oleh khas dari Kota Serang.
Editor AF Setiawan