Bantentv.com – Pemerintah menyampaikan secara mendalam atas kasus yang menimpa seorang anak usia sekolah di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Presiden Prabowo Subianto disebut memberi atensi khusus agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, perhatian Presiden diberikan menyusul kasus tragis yang menimpa siswa sekolah dasar di wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem tersebut. Pemerintah menilai peristiwa ini tidak seharusnya terjadi.
Menindaklanjuti Arahan Presiden, pemerintah langsung melakukan koordinasi cepat dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan terhadap keluarga korban berjalan optimal.
“Kami mewakili pemerintah menyampaikan pengungkapan yang mendalam. Kami telah berkoordinasi dengan jajaran terkait, karena bagi kami ini adalah kejadian yang seharusnya tidak boleh terjadi,” ujar Prasetyo Hadi di Jakarta, Rabu (4/2).
Prasetyo menegaskan, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan dan penyaluran bantuan sosial.
Evaluasi difokuskan pada daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem, termasuk Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, Presiden Prabowo meminta agar mekanisme pencegahan diperkuat sehingga kejadian serupa dapat diantisipasi lebih dini. Pemerintah tidak ingin ada warga rentan yang terlewatkan dari jangkauan bantuan.
Selain pendataan, pemerintah juga akan memperkuat sistem pelaporan di tingkat daerah.
Kepala desa hingga kepala dusun diminta lebih aktif melakukan pemantauan kondisi warganya.
“Jika ditemukan warga rentan yang belum tercatat dalam program bantuan, segera laporkan. Ini penting agar negara benar-benar hadir,” kata Prasetyo.
Pemerintah berharap tercapainya koordinasi di pusat dan daerah dapat menjamin perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak dan keluarga rentan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses dan ekonomi.