Pandeglang, Bantentv.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang berencana menjadikan Pulau Popole di Kecamatan Labuan sebagai kawasan pengembangan sektor lain selain pariwisata, termasuk potensi sebagai pelabuhan atau tempat docking.
Rencana tersebut muncul karena letak Pulau Popole dinilai strategis dan berdekatan dengan PLTU Banten 2 Labuan. Upaya ini diwujudkan melalui lelang pengelolaan Pulau Popole kepada sejumlah investor.
Meski sempat tertunda akibat perhitungan nilai kerja yang sama yang dianggap terlalu tinggi, wacana tersebut kini kembali muncul setelah PT ASDP (Angkutan Sungai dan Penyeberangan) Indonesia Ferry menunjukkan minat untuk berinvestasi di kawasan itu.
Baca Juga: Libur Lebaran 2025, 4,56 juta Orang Diprediksi Menyeberang dari Pelabuhan Merak
Pada Rabu, 8 Oktober 2025, pihak ASDP bersama Pemkab Pandeglang melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten yang diterima langsung oleh Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah.
Usai rapat, rombongan yang terdiri dari Dirut ASDP, Bupati Pandeglang, Asisten Daerah (Asda) II Nuriah, Kepala Dinas Perhubungan Rudianto, Kepala DPKPP Roni, serta Kepala Dinas Perikanan Uun Junandar, meninjau langsung Pulau Popole di Kecamatan Labuan.
Kepala Dinas Perhubungan Pandeglang, Rudianto, membenarkan rencana tersebut. Ia menjelaskan bahwa Pemkab Pandeglang bersama ASDP telah melakukan rapat koordinasi dengan Pemprov Banten terkait rencana pembangunan pelabuhan di sekitar Pulau Popole.
“Alhamdulilah sudah ketemu dengan Bapak Wakil Gubernur Banten Dimyati terkait kerja sama rakor Pemkab Pandeglang dengan pihak ASDP (BUMN) untuk rencana pembangunan pelabuhan di Pandeglang yakni di pulau Popole,” ujarnya.
Menurutnya, ASDP mulai melirik peluang investasi untuk membangun pelabuhan di kawasan tersebut, dan hari ini Dirut ASDP meninjau langsung lokasi yang direncanakan.
Editor Siti Anisatusshalihah