Bantentv.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas kejadian keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Berdasarkan keterangan resmi Badan Gizi Nasional, BGN juga memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban. Selain itu, mereka menghentikan operasional dapur yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ujar Nanik dalam keterangannya, Sabtu 4 April 2026.
Baca Juga: BGN Setop 1.512 SPPG Program MBG, Banten Terdampak 62 Unit
BGN juga memutuskan untuk menghentikan operasional SPPG Pondok Kelapa 2 untuk waktu yang belum ditentukan.
“SPPG Pondok Kelapa kami tunda untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” tegasnya.
Insiden ini terjadi pada hari Jumat 3 April 2026. Sebelumnya, pada Kamis 2 April 2026, pihak sekolah menerima laporan dari guru mengenai 36 siswa yang mengalami sakit perut, diare, dan mual setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.
Baca Juga: Menu MBG Selama Ramadhan di Banten Jadi Sorotan Warga
Hingga saat ini, total korban yang terdampak mencapai 60 orang. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.
BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang serta menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.