Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada perdagangan Jumat, 25 Oktober 2025 dengan pelemahan tipis 0,03% ke level 8.271,72. Meski demikian, sepanjang sepekan IHSG berhasil menguat hingga 4,5%, menandai pemulihan signifikan pasar saham Indonesia.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan, pergerakan IHSG mendapat dorongan dari kombinasi sentimen global dan domestik.
“Mulai dari rilis data suku bunga dan sektor industri China, keputusan moneter Bank Indonesia (BI), hingga laporan kinerja emiten kuartal III-2025,” dikutip dari Kontan, Minggu, 26 Oktober 2025.
Faktor tambahan yang ikut menekan volatilitas pasar pada melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, pergerakan harga emas dunia juga mempengaruhi.
VP Equity Retail Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi menambahkan bahwa meredanya tensi perang dagang AS–China juga berkontribusi menciptakan optimisme investor.
“Perbaikan hubungan dagang kedua negara ikut mewarnai sentimen IHSG,” kata Audi.
Selain itu, aksi beli bersih (net buy) investor asing sebesar Rp 6,13 triliun dalam satu pekan memberikan dukungan positif pada laju indeks.
Audi juga menyoroti laporan kinerja emiten yang masih solid.
“Pertumbuhan laba bersih PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 5,7% YoY dan kenaikan laba PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 10,8% YoY membantu menopang IHSG,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Analis Riset Ekuitas Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga The Federal Reserve pada pekan depan turut mendorong aliran sentimen positif.
“Selain itu, investor juga menunggu peluang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Mereka berharap pertemuan ini dapat mencairkan ketegangan dagang,” ujar Alrich.
Optimisme juga mengarah pada musim laporan keuangan kuartal III dan prospek ekonomi nasional yang dinilai membaik pada kuartal IV-2025.
Namun sejumlah analis mengingatkan pelemahan rupiah dan harga komoditas emas. Keduanya masih rentan terhadap tekanan sehingga dapat menjadi faktor penghambat laju IHSG ke depan.
Untuk pekan ini, Audi memperkirakan IHSG bergerak pada support 8.271 dan resistance 8.302.
Sementara Herditya menguraikan rentang pergerakan berada di level 8.220–8.320.
Editor AF Setiawan