Bantentv.com – Di era serba digital seperti sekarang, banyak orang merasa sulit melepaskan diri dari HP meskipun tidak ada hal penting. Mereka tetap membuka layar dan menggulir beranda tanpa tujuan. Membaca berita atau postingan secara terus-menerus dikenal dengan istilah doomscrolling.
Fenomena ini sering terjadi di berbagai platform media sosial, terutama menjelang tidur atau saat senggang.
Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa mempengaruhi kesehatan mental dan kualitas istirahat seseorang.
Ketergantungan terhadap HP membuat banyak orang merasa perlu terus terhubung dengan dunia luar.
Rasa takut tertinggal informasi atau tren terkini di media sosial membuat aktivitas doomscrolling semakin sulit dihentikan.
Setiap kali notifikasi muncul, otak memicu dorongan untuk melihat ‘apa yang terjadi sekarang,’ yang berputar pada kebiasaan scrolling tanpa batas. Hasilnya? Waktu istirahat berkurang, mata lelah, dan pikiran justru semakin penat meski tidak melakukan aktivitas fisik berat.
Peneliti psikologi digital menyebut bahwa doomscrolling adalah bentuk perilaku kompulsif. Ini muncul akibat stimulasi berlebih dari HP dan konten di media sosial.
Otak manusia dirancang untuk mencari informasi baru. Namun ketika paparan informasi bersifat negatif seperti berita buruk, komentar toxic, atau isu global, justru meningkatkan stres.
Karena itulah, banyak orang yang merasa ‘kosong’ atau kelelahan mental setelah lama bermain ponsel, meski awalnya hanya ingin ‘buka sebentar saja’.
Selain kelelahan mental, doomscrolling juga dapat memengaruhi pola tidur dan produktivitas harian.
Studi menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan lebih dari tiga jam per hari di media sosial cenderung mengalami kesulitan tidur. Mereka juga bisa mengalami kecemasan atau bahkan kehilangan fokus saat bekerja.
Efek ini diperparah ketika HP digunakan sebelum tidur. Cahaya biru dari layar menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh beristirahat.
Untuk mengatasi doomscrolling, para ahli menyarankan prosedur sederhana. Anda dapat mengatur batas waktu penggunaan HP, menonaktifkan notifikasi tidak penting, serta menyebarkan ‘digital detox’ setidaknya satu hari dalam seminggu.
Selain itu, mengganti waktu bermain media sosial dengan aktivitas lain dapat membantu. Misalnya, membaca buku, berolahraga ringan, atau sekadar berbincang dengan teman secara langsung dapat mengembalikan keseimbangan mental.
Fenomena doomscrolling menunjukkan bahwa teknologi yang seharusnya mempermudah hidup terkadang justru menguras energi kita jika digunakan secara berlebihan.
Kuncinya bukan pada meninggalkan HP, tetapi menggunakannya dengan lebih sadar dan terarah.
Sebab pada akhirnya, kontrol ada di tangan kita bukan di layar yang terus menggoda untuk digulir sedikit lagi.
Artikel ini ditulis oleh Gilang Mauldhans Alrachmis peserta program magang di Bantentv.com.Konten telah melalui proses penyuntingan oleh tim redaksi.
Redaktur: AF Setiawan