Palembang, rakyatpembaruan.com-
Universitas Sriwijaya (UNSRI) menjalin kerja sama internasional dengan US Dairy Export Council (USDEC) dan New Mexico Department of Agriculture (NMDA) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk penguatan kapasitas peternak sapi perah Indonesia. Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Rektor UNSRI, Prof. Taufiq Marwa, SEMSi. Diwakili wakil Rektor IV, Prof.Dr.Eng. Ir. Joni Ardiansyah, MT, SVP Market Access and Regulatory Affairs, USDEC, Jonathan Gardner, dan Division Director NMDA, Dustin Cox. Penandatanganan dilakukan di Hotel Novotel Palembang, Senin (8/12/2025).

Kerja sama ini menjadi bagian dari program Proyek Pendidikan US-Indonesia Dairy Partnership (USIDP) yang berfokus pada peningkatan kualitas susu dan produktivitas peternakan melalui pendidikan, pelatihan, serta penerapan praktik terbaik budidaya sapi perah.
Wakil Rektor IV UNSRI, Prof Joni menyampaikan bahwa hari ini melakukan dua kegiatan yang sangat penting yaitu penandatanganan MoU antara UNSRI, USDEC, dan NMDA sekaligus seminar nasional dengan tema “Indonesia’s Dairy Farming Scale-Up Strategy” yang menghadirkan berbagai pakar nasional dan internasional yang membahas transformasi sistem peternakan, prospek industri susu dalam mendukung program pangan nasional, hingga peningkatan kualitas pendidikan peternakan untuk mencetak peternakan yang adaptif, progresif, dan siap bersaing di era modern.

Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Roberts Hagevoort, MS (Extension Dairy Specialist, New Mexico State University), Prof. Epi Taufik (Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu, IPB University), Prof.
“Melalui kerjasama tiga pihak UNSRI, USDEC, dan NMDA diharapkan menjadi strategi kemitraan guna memperluas jangkauan dan aksesibilitas program pelatihan USIDP, sehingga nantinya akan berdampak pada peningkatan kapasitas peternak sapi perah skala kecil dan menengah di Indonesia, tersedianya pelatihan teknis berbasis praktik terbaik dari industri susu Amerika Serikat serta tersedianya platform pelatihan digital yang dapat menjangkau peternak secara lebih luas,” Ujar Prof Joni.
Sementara itu, Wakil Presiden Senior Urusan Akses Pasar dan Regulasi USDEC, Jonathan Gardner, menyampaikan antusiasme tinggi atas dimulainya kemitraan ini.
“Palembang memiliki potensi luar biasa sebagai pusat pertumbuhan industri susu. Melalui program USIDP, kami berharap dapat mendukung peningkatan produktivitas, kualitas, dan keinginan susu Indonesia serta membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat,” ujarnya.
Dalam MoU tersebut, pihak ketiga sepakat membentuk strategi kemitraan guna memperluas jangkauan program pelatihan USIDP.
Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peternak mengenai manajemen pakan, kesehatan ternak, kebersihan, serta teknik produksi susu yang lebih efisien dan berkualitas tinggi.
Kegiatan ini juga dihadiri di antaranya, para Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Direktur Direktorat, Ketua LPPM UNSRI, Perwakilan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, Kepala Balai, dan Asosiasi Profesi. (adi/rp) (Ara_Humas)