Universitas Sriwijaya (UNSRI) terus mendorong penguatan kolaborasi antara dunia akademik, industri, dan pemerintah guna menghadapi pesatnya perkembangan teknologi, khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI). Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan pertemuan rutin mahasiswa dan alumni Doktoral Ilmu Teknik konsentrasi Informatika Fakultas Teknik UNSRI, yang diselenggarakan pada Sabtu (11/4/2026)
Kesenjangan antara teori yang berkembang di lingkungan akademisi dan praktik di lapangan menjadi tantangan nyata yang perlu segera dijembatani. Sekan menjawabnya, kegiatan pertemuan rutin para mahasiswa dan Alumni Doktoral Ilmu Teknik konsentrasi bidang Informatika Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya (UNSRI) dilakukan rutin sebagai upaya mempererat hubungan, memperluas jejaring, serta membuka peluang sinergi strategi di masa depan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Subdirektorat Alumni Direktorat Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni (DKIA) UNSRI, serta Alumni Doktoral dari perguruan tinggi, juga lembaga dari industri seperti PT Pusri, PT Semen Baturaja, dan PT PLN serta instansi pemerintahan dan layanan Kesehatan (Rumah Sakit).
Kepala Subdit Alumni Direktorat Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni (DKIA), Prof. Ir. Deris Setiawan, Ph.D., IPU Eng mengatakan, para sejarawan dinilai memiliki kekuatan dalam penelitian, metodologi, dan pengembangan konsep yang mendalam, sementara industri dan pemerintah dihadapkan pada persoalan konkret yang membutuhkan solusi cepat, tepat, dan aplikatif.
“Tanpa kolaborasi yang erat, potensi besar kecerdasan buatan berisiko tidak dimanfaatkan secara optimal atau bahkan digunakan tanpa landasan yang kuat. Melalui sinergi yang terarah, inovasi berbasis kecerdasan buatan dapat dikembangkan secara lebih relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Dunia akademik dapat berperan sebagai pusat pengembangan teknologi dan etika, sementara industri dan pemerintah menjadi ruang implementasi yang memastikan solusi tersebut berdampak langsung dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pertemuan ini di dominasi oleh mahasiwa / alumni Doktoral dengan konsentrasi khusus bidang Edge Computing, Keamanan Informasi dan Web 3.0 untuk Smart Industri dan Cyber Physical System di bawah Grup Riset COMNETS (Computer Network, Enterprise & Information Security) Fakultas Ilmu Komputer UNSRI. Discover, Connect & Collaborate adalah jargon yang digaungkan dalam semangat saling terkoneksi untuk kemajuan bersama di masa depan. Pertemuan hangat antara alumni dan mahasiswa berlangsung penuh semangat kebersamaan, menghadirkan suasana akrab yang sarat makna.
Prof Deris menerangkan, acara ini menjadi ruang temu lintas angkatan, di mana pengalaman para alumni berpadu dengan energi dan ide segar dari para mahasiswa akhir terutama sharing tentang bagaimana strategi bertahan di semester akhir dan lolos publikasi di jurnal bereputasi sebagai syarat tamat mahasiswa. Dalam suasana yang penuh kehangatan, kolega-kolega alumni ini saling berbagi cerita, inspirasi, serta pandangan tentang perkembangan dunia profesional dan akademik,
“Tadi bahasan tentang Smart Industry dalam CPS dan Smartcontract menjadi salah satu bahasan, selain itu tentang isu perang AI saat ini dan kehadiran Quantum Computing yang akan mengubah arah komputasi dan kecepatan komputasi. Bahasan tentag ML dan DL juga dibahas terutama rekan-rekan dari pemerintahan yang saat ini sedang bertranformasi,” terangnya.
Ia menambahkan, momentum ini dimanfaatkan untuk membangun jejaring yang kuat, memperluas wawasan, serta menggali potensi sinergi antara alumni dan mahasiswa. Dengan semangat saling mendukung, pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan kolaborasi berkelanjutan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bersama.
“Disela kegiatan temu Alumni tadi, juga terjalin kolaborasi dengan salah satu konsultan Teknologi Informasi di Sumatera Selatan untuk penyediaan pemagangan mahasiwa akhir dan rekrutmen alumni sesuai spek Internet Service Provider untuk menjadi karyawan disana. Selain itu, kolaborasi ini juga penting untuk merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan akan memperkuat aspek keilmuan dan etika, sementara masukan dari industri memastikan kebijakan tetap realistis dan sesuai dengan pasar,” tambahnya.
Melalui kemitraan yang solid, UNSRI berharap kecerdasan buatan tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi juga menjadi solusi strategi dalam menjawab berbagai tantangan di sektor publik dan industri. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem inovasi yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi pada masa depan.
(adi/rp)(Rilis DKIA/ Ara_Humas)