Pandeglang, Bantentv.com – Aksi Vandalisme Yang Terjadi Saat Demo Di Pendopo Kabupaten Pandeglang Menuai Kritik Dari Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah.
Ia Menilai Tindakan Coret-Coret Pada Bangunan Tersebut Mencederai Nilai Etika Dalam Berdemokrasi.
Dalam Kunjungannya Ke Gedung Pendopo Pada Rabu Lalu, Dimyati Menegaskan Bahwa Unjuk Rasa Merupakan Hak Konstitusional Setiap Warga Negara Negara.
Namun, Penampaia Aspirasi Seharusnya Dilakukan Secara Damai, Tanpa Merusiak Fasilitas Umum.
BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Aksi Vandalisme Dan Membawa Sajam
Menurutnya, Pendopo Bukan Hanya Sekadar Aset Pemerintah, Tetapi Bagian Dari Sejarah Yang Perlu Dijaga Bersama.
Dimyati JUGA Menyinggung Bahwa Kesepakatan Kerja Sama Pembuangan Sampah Antara Tangerang Selatan Dan Pandeglang Saat Ini Telah Dihentikan.
DENGAN DEMIKIAN, IA Menilai Suda Suda Tenjak Ada Alasan Bagi Masyarakat untuk Kembali Melakukan Aksi Protes Yang Berujung Pada Kerusakan.
“Jangan Corat Coret, demo Kalau Mau, demo Aja, Seperti Kemarin, Hanya Memberikan Aspirasi Begitu, Tapi Kalau Corat Coret Itu Ngecatnya Mahal, Karena DiCoret Uang Rakyat Lagi,” Ujara..

Peristiwa Demo Yang Diwarnai Aksi Vandalisme TerseBut Menyebabkan Bahan Kerugian BABI PEMERINTAH DAERAH KARENA HARUS MENANGGUNG BIAYA PERBAIikan.
Selain Itu, Coretan di Dinding Pendopo Juta Merusak Keindahan Bangunan Yang Menjadi Simbol Pemerintahan Dan Sejarah Pandeglang.
Lebih Jauh, Dimyati Mengingatkan Bahwa Jika Insiden Serupa Terulang, Aparat Penegak Hukum Dapat Mengzil Tindakan Tegas.
IA BerharaP Masyarakat Tetap Menyampaan Aspirasi Demo Melalui Yang Tertib, Sewingga Pesan Dapat Tersampaikan Tanpa MeruM Fasilitas Publik.
Editor: Siti Anisatusshalihah