Bantentv.com – Usai ditutup naik pada perdagangan kemarin, Selasa 27 Januari ke level 8.980,2, kini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun ke 659,67 poin atau 7,35% ke level 8.320,55 pada perdagangan Rabu 28 Januari 2026.
Sepanjang hari ini, IHSG tidak mengalami kenaikan, bahkan cenderung bergerak loyo dan sempat terhenti sementara (trading halt) setelah anjlok 8% lebih pada perdagangan intraday siang tadi.
Pada pergerakan saham di akhir perdagangan hari ini terus mendominasi tren negatif. Bahkan sebanyak 753 saham bergerak turun, dan hanya 37 saham bergerak naik serta 16 saham diam di tempatnya.
Hingga penutupan perdagangan pada sore ini, IHSG telah memperdagangkan sebanyak 60,83 miliar lembar saham dengan frekuensi 3.990.311 kali dan menghasilkan nilai transaksi Rp45,42 triliun.
Adapun saham yang masih bertahan naik di tengah melemahnya indeks adalah PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) yang mencatatkan kenaikan tajam 34,04% ke Rp252. Disusul PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR) yang melesat 24,8% ke Rp780 dan PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) yang menguat 24,74% ke Rp1.790.
Baca Juga: Naik Tipis ke 0,05 Persen, IHSG Bergerak ke Level 8.980
Sementara saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) menjadi saham terboncos dengan koreksi tajam 15% ke Rp595. Disusul PT Argo Pantes Tbk (ARGO) yang ambruk 15% menjadi Rp1.105 dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang turun 15% menjadi Rp1.445.
Di tengah saham yang mengalami penurunan, sejumlah saham perbankan menjadi yang paling laris hari ini. Di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang memimpin perdagangan hari ini dengan nilai transaksi Rp7,31 triliun, kemudian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp2,94 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp2,64 triliun.
Perlu diketahui, anjloknya IHSG hari ini disebabkan oleh keputusan pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang resmi melakukan pembekuan sementara terhadap sejumlah perubahan indeks yang melibatkan saham-saham Indonesia. Hal inilah yang menjadi pemicu utama tekanan pasar saham Indonesia hari ini.
Kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya perhatian investor global terhadap transparansi data kepemilikan saham serta aspek investabilitas pasar domestik di Indonesia.
Sebelumnya, MSCI menyampaikan telah merampungkan konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia. Meski Bursa Efek Indonesia telah melakukan sejumlah perbaikan minor, namun MSCI menilai upaya tersebut belum cukup untuk meredakan kekhawatiran investor global saat ini.
Artikel Anjlok Seharian Imbas Pengumuman MSCI, IHSG Ditutup Merosot ke Level 8.320,55 pertama kali tampil di BANTENTV.COM.