Serang, Bantentv.com – Banjir yang sempat merendam Perumahan Grand Sutera di Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, pada Rabu siang menjelang surut.
Seiring dengan surutnya genangan air, warga Grand Sutera yang sebelumnya mengungsi ke tempat ibadah setempat mulai kembali ke rumah masing-masing.
Pasca banjir, warga Grand Sutera menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemulihan. Lumpur yang menempel di lantai dan dinding rumah, serta tumpukan sampah yang jumlahnya meningkat dibandingkan kondisi normal, menjadi permasalahan utama.
Kondisi tersebut membuat proses pembersihan membutuhkan waktu dan tenaga ekstra, terutama bagi warga yang baru bisa kembali ke rumah setelah air benar-benar surut.
Warga di Blok D Perumahan Grand Sutera, Rahma, menuturkan bahwa sebagian besar warga sudah mulai membersihkan rumah dari sisa lumpur dan menjemur barang-barang yang terendam air.
Baca Juga: Nur Agis Aulia Tinjau Banjir di Grand Sutera Kota Serang
Selain masalah lumpur dan sampah, kesulitan lain yang dihadapi warga Grand Sutera adalah keterbatasan air bersih. Sejumlah rumah mengalami kerusakan mesin air akibat terendam banjir, sehingga pasokan udara bersih untuk membersihkan rumah menjadi terbatas.
Untuk membantu warga, pihak RT setempat menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kota Serang. Petugas damkar dikerahkan untuk membantu membersihkan lumpur yang menempel di dinding rumah warga.
Selain itu, pihak Basarnas juga memberikan bantuan melalui penyediaan air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan.

“Mesin air kami belum menyala, jadi mereka (petugas damkar dan pihak lainnya) membantu kami dengan menyediakan air bersih. Mereka juga ikut membantu membersihkan lumpur-lumpur di dinding rumah,” ujar Rika, salah seorang warga.
Banjir yang terjadi di Perumahan Grand Sutera bukanlah kejadian pertama. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, kawasan ini tercatat sudah tiga kali terendam banjir.
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Kota Serang, banjir di wilayah tersebut berdampak pada sedikitnya 448 rumah, 450 kepala keluarga, dan sekitar 1.950 jiwa.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan banjir yang berulang, salah satunya dengan melakukan normalisasi Sungai Parung yang alirannya melintasi dan bermuara langsung ke kawasan Grand Sutera.
Editor Siti Anisatusshalihah