Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore, 23 Januari 2026, ditutup melemah 41,16 poin atau 0,46 persen ke posisi 8.951,00. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,51 poin atau 0,17 persen ke posisi 873,59.
Sedangkan frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.319.645 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 64,15 miliar lembar saham bernilai Rp32,04 triliun. Pada perdagangan hari ini, sebanyak 191 saham naik, 495 saham menurun, dan 118 saham tidak bergerak atau stagnan.
Menurunnya, IHSG hari ini juga dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap rencana perubahan metodologi perhitungan free float oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Pelemahan IHSG antara lain dipicu oleh standar metodologi MSCI untuk penghitungan free float saham-saham Indonesia yang berinvestasi akan berdampak pada tekanan jual oleh investor asing. Terutama tekanan tersebut terjadi terhadap saham-saham yang sebagian besar dimiliki oleh institusi atau konglomerasi,” sebut Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Baca Juga: IHSG Menguat Tipis, Investor Asing Serbu Bursa Rp 1,23 Triliun!
Pada penerapan metodologi tersebut, MSCI berencana mengubah perhitungan free floatsaham emiten-emiten di Indonesia untuk bisa masuk indeks global. Di sisi lain, MSCI telah meminta masukan pelaku pasar terkait penggunaan Laporan Komposisi Holding Bulanan dari KSEI sebagai tambahan referensi dalam penghitungan free float saham.
Meski masukan publik telah ditutup pada 31 Desember 2025 lalu, namun hasil konsultasi tersebut akan diumumkan sebelum 30 Januari 2026. Apabila disetujui, perubahan ini akan berlaku saat tinjauan indeks MSCI pada Mei 2026.
Rencana perubahan metodologi free float ini krusial bagi emiten-emiten di pasar modal Indonesia, yang ingin menembus indeks MSCI.
Selama ini, BEI hanya menerima laporan kepemilikan saham di atas 5 persen, sementara data KSEI lebih rinci, mencakup pemegang saham di bawah 5 persen. Hal ini memberikan gambaran bahwa data KSEI lebih detail tentang struktur kepemilikan publik.
Baca Juga: IHSG Anjlok di Akhir Pekan! Saham Bank Besar Kompak Merah
Pada awal perdagangan sesi I, di pagi hari, IHSG dibuka melemah, dan beta di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Selanjutnya pada sesi kedua, IHSG masih beta di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, pada perdagangan hari ini, dua sektor menguat. Di sektor kesehatan memimpin perdagangan hari ini dengan kenaikan sebesar 0,83 persen, dan disusul oleh sektor infrastruktur yang naik sebesar 0,12 persen.
Sedangkan sembilan sektor yang mengalami penurunan berada pada sektor transportasi & logistik yang terperosok sebesar 2,23 persen. Penurunan itu diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor industri yang masing-masing turun sebesar 2,17 persen dan 1,57 persen.
Pada perdagangan hari ini, saham-saham yang masuk dalam top gainers di antaranya RMKO, BAIK, LPCK, TOOL dan JAST. Sedangkan saham-saham yang masuk dalam top Loser yakni PTRO, ZATA, DAAZ, MPPA, dan MAHA.
Editor : Erina Faiha