Serang, Bantentv.com – Suara kentongan dan alat musik sederhana bergema di organisasi Cikande pada dini hari. Anak-anak berkeliling sambil membangun warga untuk sahur, membuat Ramadhan kali ini terasa hidup, hangat, dan penuh kebersamaan.
Tradisi ini bukan hanya soal membangunkan sahur, tetapi juga menjadi momen anak-anak dan warga bersatu, saling menyemangati sebelum menunaikan puasa Ramadhan 1447 H.
Sejumlah anak-anak terlihat antusias mengelilingi lingkungan organisasi sambil membawa kentongan dan alat musik sederhana, mulai pukul 03.00 WIB hingga menjelang imsak.
Baca Juga: Tradisi Bangunkan Sahur dengan Bernyanyi di Kabupaten Lebak
Ustaz Sueb, salah satu warga Cikande, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran arak-arakan ini.
“Saya merasa senang dan terbantu. Anak-anak yang membangunkan sahur membuat saya lebih mudah terbangun. Ini juga bagian dari anjuran Rasulullah SAW selama Ramadhan,” ujar ustaz Sueb.
Ia berharap kegiatan ini tetap berlangsung dengan tertib dan memperhatikan kenyamanan warga lain.
Baca Juga: Keutamaan Sahur dan Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Kabupaten Tangerang
Tradisi membangunkan sahur dengan arak-arakan menjadi simbol kebersamaan masyarakat Cikande.
“Ritual ini tidak hanya menyemarakkan Ramadhan, tetapi juga mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar,” tandasnya.
Editor AF Setiawan