Serang, Bantentv.com – Di tengah menjamurnya aneka kuliner modern, jajanan tradisional ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat. Hal itu terlihat di sebuah lapak sederhana di Bundaran Griya Asri, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, yang setiap hari dipadati pembeli.
Lapak tersebut milik pasangan suami istri asal Cirebon yang telah puluhan tahun menjual kue tradisional.
Bermodal meja sederhana dan sepeda motor, mereka menawarkan beragam jajanan khas tempo dulu yang tetap diminati lintas generasi.
Berbagai pilihan jajanan tradisional seperti awug, getuk, cenil, dan lupis yang disajikan dengan taburan kelapa parut menjadi daya tarik utama.
Baca Juga: Getuk Lindri, Jajanan Tradisional Nusantara yang Manis dan Selalu Dirindukan
Selain rasanya yang khas, harga yang ramah di kantong membuat lapak ini memiliki banyak pelanggan setia.
Setiap hari, pasangan pedagang tersebut berpindah-pindah lokasi di wilayah Tangerang dan Serang untuk menjajakan dagangannya.
Khusus setiap Senin, mereka mangkal di Bundaran Griya Asri Cikande mulai pukul 16.30 WIB hingga 20.30 WIB. Namun, dagangan mereka sering habis sebelum waktu penjualan berakhir karena tingginya permintaan.
Pedagang, Tarja, mengatakan ramainya pembeli sudah menjadi pemandangan yang biasa, terutama setiap Senin.
“Kalau hari Senin memang selalu ramai. Banyak pelanggan yang sudah berlangganan, jadi sering kali sebelum malam dagangan sudah habis,“ ujar Tarja.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat membuktikan jajanan tradisional masih mampu bersaing di tengah maraknya kuliner kekinian.
Salah seorang pembeli, Kartini, mengaku hampir setiap pekan datang ke lapak tersebut. Baginya, cita rasa jajanan yang dijual mampu membangkitkan kenangan masa kecil.
Baca Juga: Kue Kacamata atau Putri Noong, Jajanan Tradisional Manis yang Selalu Bikin Rindu
“Saya sering beli di sini. Rasanya enak, mengingatkan pada jajanan waktu kecil. Pilihannya juga banyak dan harganya masih terjangkau,” kata Kartini.
Tingginya antusiasme pembeli membuat sebagian pelanggan terkadang harus pulang dengan tangan kosong karena seluruh jajanan telah ludes terjual sebelum waktu penjualan usai.
Editor AF Setiawan