Pandeglang, Bantentv.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang semakin menyusun rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Sekolah ini dirancang khusus untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan, dengan seleksi penerimaan bukan berdasarkan akademik, melainkan status ekonomi keluarga.
Sekolah Rakyat (SR) ini direncanakan akan dibangun di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan, mengungkapkan proyek ini terus mengalami kemajuan.
“Sekolah Rakyat sudah empat hari dalam proses penyewaan lahan oleh PU (Kementerian Pekerjaan Umum). Pembangunan fisik akan dimulai oleh PU Pusat tahun depan,” ujar Wawan Setiawan, Selasa 16/12/25.
Wawan menjelaskan, sekolah ini direncanakan hanya dibangun di satu lokasi seluas 10 hektare. Lanjut Wawan seluruh persyaratan pembangunan telah terpenuhi dan proyeknya sudah memasuki tahap lelang.
Sedangkan untuk anggaram semuanya dibiayai oleh pemerintah pusat dengan menelan anggaran sekitar Rp200 sampai Rp250 Miliar, yang terdiri dari fisik dan fasilitas, diantaranya 18 gedung, dan lapangan sepak bola.
Menurutnya, sekolah rakyat ini akan dibangun mulai dari jenggang SD, SMP, dan SMA di satu wilayah.
“Lokusnya di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari. Cuma satu saja. Lahannya sekitar 10 hektare, dari persyaratan sudah kita tempuh, diantaranya proses lelang yang saat ini sedang berjalan, tinggal pendingin lalu dibangun. Total anggaran Rp200 sampai Rp250 Miliar” jelas Wawan.
Sekolah Rakyat Pandeglang direncanakan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Namun Wawan Setiawan menegaskan bahwa seleksi penerimaan tidak menggunakan nilai standar.
Wawan menyebut sekolah rakyat ini direncanakan akan dibangun pada awal Januari 20206 dan rampung pada akhir Juni 2026 ditargetkan sudah siap menerima siswa baru.
Dikatakan Wawan, sebetulnya Pandeglang sudah mempunyai sekolah rintisan sebanyak 1 kelas, dengan jumlah sebanyak 26 siswa yang saat ini ikut bergabung dengan sekolah rakyat milik Provinsi Banten di Tangerang Selatan.
Prioritaskan Desil 1 dan 2

Ketika Sekolah Rakyat di Pandeglang sudah jadi, maka mereka akan pindah ke Pandeglang. Dalam jagoan siswa ia Menyebut tidak ada Seleksi Akademik, seleksi diprioritaskan untuk desil 1 dan 2.
“Tidak ada seleksi akademik. Yang ada seleksi kemiskinan. Ini khusus untuk desil 1 dan desil 2,” tegasnya.
• Desil 1: Kategori sangat miskin.
• Desil 2: Kategori miskin.
Jika kuota seribu siswa belum terpenuhi, kategori lain baru dapat dipertimbangkan. Wawan menjelaskan, desil 3 hingga desil 5 masih masuk kelompok miskin dan rentan miskin, sedangkan desil 6 sampai desil 10 tergolong sejahtera.
“Tujuan Sekolah Rakyat ini untuk memotong mata rantai kemiskinan. Karena yang diprioritaskan adalah keluarga miskin,” imbuhnya.
Hadirnya program strategi ini di Pandeglang disebut Wawan merupakan hasil kerja keras Pemkab, khususnya Bupati Pandeglang, yang aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat, yakni Kementerian Sosial (Kemensos).
“Ini terobosan Pak Prabowo dan Ibu Bupati luar biasa. Ini program rebutan. Ibu Bupati sampai 6 kali ke Mensos. Tahap ke dua ini ada 140 titik se Indonesia, Alhamdulillah Pandeglang dapat Sekolah Rakyat. Ini bukan program yang datang begitu saja, tapi hasil perjuangan,” pungkas Wawan Setiawan.