Bantentv.com – Kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) yang ditetapkan PT Pertamina (Persero) per 1 April 2026 turut mendapat sorotan dari pemerintah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai meskipun terjadi peningkatan harga, tarif avtur nasional masih tergolong kompetitif dibandingkan negara lain, khususnya di kawasan regional.
“Memang ada kenaikan dari Pertamina, tapi kenaikan itu dibandingkan dengan harga avtur di negara lain, khususnya tetangga, itu kita masih jauh lebih kompetitif ya,” ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Senin, 6 April 2026.
Diketahui, per 1 April 2026, harga avtur Pertamina untuk domestik dibanderol Rp23.551 per liter, melonjak 72,45% dibandingkan harga Maret 2026 yang berada di level Rp13.656 per liter.
Sementara itu, harga avtur internasional juga mengalami kenaikan signifikan, dari sebelumnya 0,742 dolar AS per liter menjadi 1,338 dolar AS per liter, atau naik sebesar 80,32%.
Baca Juga: Hadapi Tekanan Harga Minyak Global, Pemerintah Tahan Kebijakan Harga BBM Pertamina
Bahlil menjelaskan, penyesuaian harga avtur tidak terlepas dari mekanisme pasar global yang mempengaruhi harga energi, termasuk bahan bakar penerbangan.
“Harga avtur memang ini kan adalah harga pasar, dan otomatis karena ini juga melayani pengisian avtur global, pesawat-pesawat dari luar negeri yang masuk, maka mekanisme pasar mekanisme yang terjadi adalah mekanisme pasar,” tambahnya.
Menurutnya, Pertamina menetapkan harga avtur juga mengikuti tren harga global, agar tetap kompetitif dan mencerminkan kondisi pasar.
Adapun kenaikan harga avtur ini terjadi di tengah volatilitas harga energi global yang mempengaruhi dinamika geopolitik internasional.
Pemerintah memandang penyesuaian harga tersebut sebagai langkah yang wajar selama tetap menjaga daya saing, serta tidak memberikan tekanan berlebih terhadap industri penerbangan domestik.
Editor Siti Anisatusshalihah