Lebak, Bantentv.com – Sebanyak 14 rumah warga di Kampung Gagambiran, Desa Muharadua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, terdampak longsor akibat luapan Sungai Ciujung, Minggu 1 Februari 2026. Peristiwa ini memicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sungai selama beberapa hari terakhir.
Pantauan di lokasi menunjukkan empat rumah mengalami kerusakan parah setelah bagian dapur amblas dan hilang terbawa longsoran tanah. Sementara 10 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Salah satu warga terdampak, Muslimah, mengatakan longsor sebenarnya telah terjadi sejak lima tahun lalu.
Namun kondisi terparah baru dirasakan dalam dua pekan terakhir seiring meningkatnya debit Sungai Ciujung.
“Kalau longsor sebenarnya sudah ada sejak lima tahun lalu, tapi yang paling parah sekarang. Air sungai lagi besar, kalau meluap pasti ngikis tanah,” ujar Muslimah.
Baca Juga: Hujan Deras Sebabkan Fondasi Jembatan di Tambakbaya Lebak Amblas
Ia menjelaskan, setiap kali debit sungai naik, arus air menggerus tebing bantaran dan membawa material tanah serta pohon ke hilir.
Kondisi tersebut membuat longsor terus berulang dan mendekati organisasi warga.
Dari 14 rumah terdampak, tiga hingga empat rumah mengalami kerusakan paling parah, termasuk milik Muslimah. Seluruh bagian dapur rumahnya dilaporkan telah hilang akibat longsor.
“Yang parah itu rumah saya dan beberapa rumah lain. Dapur sudah habis,” tuturnya.
Selama ini, warga mengaku telah beberapa kali mengajukan permohonan penanganan kepada pemerintah. Namun bantuan yang diterima masih terbatas pada kebutuhan logistik pokok.
“Bantuan cuma beras saja. Itu juga habis dalam dua atau tiga hari. Kami maunya ada solusi yang aman, entah dibangun atau dipindahkan,” katanya.
Muslimah berharap pemerintah dapat memberikan solusi permanen, termasuk opsi relokasi ke lokasi yang lebih aman.
Menurutnya, kawasan bantaran Sungai Ciujung sudah tidak layak huni karena rawan longsor.
Sementara itu, Kepala Desa Muharadua, Jumhadi, menyebut kondisi longsor di Kampung Gagambiran saat ini sangat mengerikan. Bahkan satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan struktural serius.
“Yang paling parah itu satu rumah atas nama Ibu Ana, sebagian rumahnya sudah turun ke bawah,” ujar Jumhadi.
Ia mengatakan, langkah yang bisa dilakukan pemerintah desa sejauh ini masih sebatas memberikan peringatan kepada warga.
Imbauan tersebut disampaikan melalui RT/RW dan patroli lapangan bersama Babinsa serta Bhabinkamtibmas.
Baca Juga: Tiga Rumah di Lebak Rusak Akibat Longsor
“Secara keseluruhan ada 14 rumah terdampak di sepanjang bantaran Sungai Ciujung, dengan tiga rumah mengalami kerusakan paling parah,” katanya.
Pemerintah desa berharap adanya perhatian dan penanganan lanjutan dari pemerintah daerah serta instansi terkait. Ancaman longsor susulan masih tinggi seiring kondisi cuaca ekstrem yang belum mereda.
Editor AF Setiawan