Serang, Bantentv.com – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, melakukan normalisasi dan penanganan darurat di sejumlah sungai yang terdampak bencana banjir di wilayah Banten.
Langkah cepat ini dilakukan untuk menekan risiko banjir susulan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat di kawasan terdampak.
Penanganannya dilaksanakan secara terpadu melalui koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Serang, dan Pemerintah Kabupaten Serang.
Kepala BBWS C3, Dedi Yudha Lesmana, menjelaskan bahwa respon cepat dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi infrastruktur pengontrol banjir, khususnya pengaturan pola operasi waduk secara ketat dan terukur.
“Kami mengoptimalkan fungsi waduk agar debit udara tetap terkendali dan tidak meluap ke wilayah hilir,” ujarnya.
Baca Juga: Bencana Hidrometeorologi Landa Kabupaten Serang, 14 Kecamatan Terdampak
Selain pengendalian debit, BBWS C3 juga mengerahkan alat berat berupa excavator dan mobil pompa ke sejumlah titik kritis banjir.
“Penanganan di titik-titik rawan kami lakukan secara langsung dengan pengerahan alat berat dan pompa untuk mempercepat surutnya berenang,” kata Dedi.
Penanganan darurat juga dilakukan melalui pemasangan tanggul sementara menggunakan geobag dan bronjong pada sungai yang meluap atau mengalami kerusakan tanggul, seperti Sungai Cikalumpang dan Sungai Ciwaka.
Bersamaan dengan itu, petugas Operasi dan Pemeliharaan bersama Satuan Tugas Pelaksanaan Pengendalian Banjir dan Udara (Satgaslak PBA) melakukan penelusuran lapangan secara intensif.
“Kami memastikan setiap penanganan darurat berjalan efektif, terkoordinasi, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Normalisasi dan Pembukaan Jalur Aliran Udara
Di kawasan organisasi terdampak, termasuk Perumahan Grand Sutera, BBWS C3 memasang geobag untuk menahan luapan Sungai Ciwaka agar air tidak kembali masuk ke area organisasi.
Normalisasi dan pembukaan jalur aliran air juga dilakukan di hilir Sungai Ciwaka hingga ke Bumi Ciruas Permai 2 untuk mengembalikan kapasitas aliran sungai.
Sementara di Sungai Cikalumpang, Kecamatan Padarincang, penanganan dilakukan melalui normalisasi sungai dan pemasangan geobag, didukung standar excavator dan excavator amfibi yang hingga kini masih beroperasi.
Baca Juga: Warga Tirtayasa Terendam Banjir, BBWSC3 Janji Melakukan Perbaikan Sungai Ciujung Lama
Untuk jangka panjang, BBWS C3 menyiapkan langkah lanjutan dengan mengedepankan keselamatan masyarakat dan infrastruktur sumber daya air.
“Penanganan jangka panjang meliputi rehabilitasi dan normalisasi sungai utama dan anak sungai, penguatan tanggul, serta pemulihan infrastruktur yang rusak,” tutup Dedi.
Editor AF Setiawan